0

Mollucastimes.Com - Apakah anda salah satu pengguna jasa penyeberangan ferry Galala-Poka atau Poka-Galala? ataukah anda pernah melintasi Jembatan Merah Putih yang konon terpanjang di Indonesia Timur itu ? pasti anda sudah tahu dimana letaknya tanjung Marthafons.

Tanjung Marthafons adalah tanjung yang ada diujung dermaga Ferry Poka.  Dari jembatan Merah Putih kita juga dapat melihat indahnya tanjung itu.  namun tahukah kamu, legenda tanjung Marthafons?  Legenda Tanjung Marthafons, adalah legenda Romeo dan Julietnya kota Ambon, Maluku.

Penasaran ? mari kita simak kisahnya,    

Dahulu kala di Desa Poka, Kecamatan Baguala, hiduplah sebuah keluarga bahagia yaitu Papa Bram dan Mama Mina. Mereka mempunyai seorang anak perempuan, selain cantik, anak itu juga rajin membantu orang tuanya. Anak itu juga dikenal sebagai Bunga Desa (gadis cantik) Poka. Namanya adalah Martha.

Sehari-hari bapak Bram bekerja sebagai nelayan sedangkan Mama Mina membakar sagu. Martha setiap hari menjual sagu buatan ibunya dengan cara menjajakannya. Jika Martha sudah merasa lelah, Martha biasa beristirahat dibawah pohon sambil menghitung pendapatan  yang dia peroleh hari itu, dengan penuh harap dagangannya bisa laku.  Hal itu dilakukan dengan keinginnan dapat membawa uang yang banyak kepada orang tuanya.

Walau berumur 17 tahun, Martha masih tetap berjualan sagu untuk membantu orang tuanya. Pada suatu hari saat menjajakan sagu, Martha melewati asrama serdadu portugis, hari sudah menjelang malam belum satupun dagangan Martha laku terjual.

Saat gelisah, sedih bercampur bingung, Martha kaget namanya dipanggil seseorang dari dalam barak serdadu Portugis.  Ternyata orang yang memanggil Martha adalah Kapten Alfonso, seorang komandan serdadu Portugis .
Alfonso suka memperhatikan Martha yang berjualan sagu, dia sering mengambil kesempatan untuk bersama  Martha dengan alasan ingin membeli sagu jajanannya.  Suatu waktu Alfonso pun mengajak Martha berkenalan, dan dari situlah kisah asmara mereka terjalin. Cupid (Dewa Cinta) pun melepaskan  panah asmaranya kepada kedua sejoli yang dimadu asmara. Cinta mempertemukan Alfonso dan Martha.

Sejak perkenalan itu, Alfonso jatuh hati kepada Martha begitupun sebaliknya. Martha sering mengunjungi kekasihnya tiap kali melewati asrama serdadu Portugis itu. mereka kemudian menjalin hubungan lebih serius.

Martha berumur 17 Tahun kala itu, merasa Martha sudah cukup umur untuk dijadikan teman hidup, Alfonso bermaksud melamar Martha.
Maksud Alfonso diutarakan kepada orang tua Martha, yakni Papa Bram dan Mama Mina. Papa Bram dan mama Mina belum ingin melepaskan putri semata wayang mereka, Martha. Namun Papa Bram dan mama Mina juga tak ingin melukai hati Alfonso, yang bagi mereka merupakan orang yang berperangai perlente, sopan, juga putra dari orang baik baik di Portugis sana.

Papa Bram dan mama Mina pun menyetujui lamaran Alfonso untuk memperistri Martha,  namun dengan syarat mereka menikah jika Martha berusia 19 tahun. Alfonso pun senang mendengar persetujuan orang tua Martha. malam itu pun berlalu dengan cepat.

Tak lama sejak malam lamaran Alfonso, terjadi pertukaran  pasukan portugis yang mengharuskan pasukan Alfonso di tarik mundur dari Ambon ke Batavia, begitupun sebaliknya.

Akhirnya perpisahan pun tak terhindarkan antara sepasang kekasih yang tengah dimabuk cinta. Mau tidak mau, Martha harus melepaskan Alfonso demi tugasnya . Kapal yang dimobilisasi untuk mengangkut  Alfonso dan pasukannya telah berlabuh di laut Ambon.

Alfonso dan pasukannya telah diangkut ke kapal, saat kapal memberi tanda berangkat (bunyi stom 3 kali), membuat hati Martha tak karuan. Perasaan sedih berkecamuk dalam nubari Martha, karena ditinggal sang kekasih.
Tidak mampu menahan rasa sedih akan ditinggal pergi Alfonso, Martha pun nekat  membuang diri ke laut, berenang ke arah kapal yang mengangkut Alfonso dan pasukannya. Alfonso waktu itu telah berada di anjungan kapal, ketika melihat kekasihnya berenang, menuju kapal yang mengangkutnya, Alfonso pun ikut terjun ke laut berenang ke arah kekasihnya.

Namun ,nasib berkata lain, gelombang yang tak menentu saat itu, ditambah arus dari baling baling kapal membuat tubuh Alfonso dan Martha terseret masuk kelaut dan hilang. Pasukan Portugis dan masyarakat setempat telah mencari, namun tak kunjung menemukan kedua kekasih itu.

Tanjung MarthaFonz

Tanjung di teluk tempat hilangnya kedua kekasih itu dinamakan Marthafons.  Nama Martha dan Alfonso diabadikan pada sebuah tanjung untuk  mengenang selalu kisah cinta kedua kekasih bebeda Negara itu.

Bagaimana, sedihkan kisah legenda Tanjung “MarthaFons” ?  jadi hargai dan cintailah pasangan kita, sebelum kesempatan itu hilang !!!



Posting KomentarBlogger

 
Top