0

Kairatu, Mollucastimes.Com - Sosialisasi terkait pencegahan paham radikalisme, sedang gencarnya digalakan oleh Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Polres SBB.

Mengingat Kabupaten SBB merupakan lokasi central antara Kota Ambon dan 3 Kabupaten lainnya yang ada di pulau Seram, maka Pemkab SBB merasa perlu memproteksi masyarakatnya dari rongrongan paham radikalisme.    

Sosialisasi yang digelar di Kantor Camat Kairatu Barat di hadiri oleh Kepala bidang konflik Badan Kesbangpol  propinsi Maluku, M Ikbal S.Sos ,Kepala kesbangpol SBB H.Saban Patty S.Sos, Kasat Bimas Polres SBB Iptu La ode M, Hanibal, Camat Kairatu Barat frence Laturete, Kapolsek Kairatu Barat dan jajaran juga Tokoh  masyarakat, dan para siswa SMA Se-Kairatu Barat.             

Kepala Kesbangpol Kabupaten Seram Bagian Barat H. Saban.Patty,mengatakan dalam sosialisasi itu  peserta dapat berdiskusi dan berbagi pengetahuan tentang potensi dan ancaman radikalisme di daerah khususnya di Kabupaten Seram Bagian Barat. 

Menjadi tugas dan tangung jawab bagi seluruh eleman masyarakat memproteksi diri menghadapi propaganda, pendanaan,pengumpulan informasi perekrutan serta penghasutan dengan menggunakan berbagai media.


Untuk mengantisipasi menyebarnya paham radikal ini harus ada tindakan preventif melalui pendekatan sosial dan kearifan lokal serta penguatan nilai nilai agama dan budaya sangat penting di terapkan, karena itu peran aktif tokoh adat,tokoh agama,  tokoh pendidikan ulama dan pemuda sangat di butuhkan selain itu media masa juga menjadi elemen paling penting dalam mengantisipasi dan menangkal menyebarnya paham paham radikal di masyarakat. 

Kemitraan antara rakyat dan aparat keamanan harus di bangun dengan baik serta sinegritas seluruh pemangku kepentingan merupakan langkah penting untuk memperkuat ketahanan dari ancaman paham radikal.

"Pendidikan yang baik memiliki peran yang penting dalam mengantisipasi dan menangkal penyebaranya paham radikal di masyarakat " ungkapnya.

Dia mengajak peserta sosialisasi untuk dapat menyampaikan materi materi sosialisasi pencegahan paham radikalisme kepada keluarga, teman serta, masyarakat lainnya,demi masyarakat SBB yang bebas dari paham radikal.

Sedangkan Kasat Bimas Polres SBB Iptu La ode M, Hanibal mengatakan munculnya paham radikalisme di sebabkan oleh lemahnya pemahaman tentang agama, 
selain faktor sosial dan ekonomi.

Radikalisme sendiri adalah suatu paham yang menganut cara  radikal dalam politik, dan yang bermaksud amat keras dalam perubahan, baik perubahan pemerintahan, politik.  tujuan yang paling fundamental dari paham radikalisme yakni, ingin merubah idiologi negara kesatuan repoblik Indonesia ( NKRI ).

Munculnya paham radikalisme ini adalah untuk memisahkan diri dengan NKRI. Radikalisme masuk ke tengah masyarakat dengan memanfaatkan kelemahan Negara. 

“Mereka memanfaatkan factor kemiskinan masyarakat.  seperti biyaya sekolah di tanggung, biaya kuliah di tanggung dan lain sebagainya” Ujarnya. 

Di Kabupaten Seram Bagian Barat ini lanjut Kasat Bimas, sosialisasi terkait dengan penyebaran paham radikalisme telah dilakukan ke 36 kali. tujuanya adalah memproteksi SBB sebagai wilayah central yang dapat dijadikan ajang perpecahan ataupun adu domba kelompok-kelompok organisasi yang bertujuan merusak ketentraman Negara. (MT-06)

Posting KomentarBlogger

 
Top