0

Piru, Mollucastimes.Com- Dana Tak Terduga (DTT) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB)  yang akan dialokasikan bagi  korban Bencana Alam Dusun Jawa Sakti, Desa Sole, Kecamatan Huamual sebesar Rp. 150 juta lebih “Menguap”.
  
Dana yang telah di cairkan oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten  SBB yang telah di serahkan kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. SBB diduga disalahgunakan dan tidak jelas peruntukannya.

“Dana yang seharusnya di pakai untuk keperluan penanganan pengungsi Dusun Jawa Sakti dan Keperluan Tim penanganan Pengungsi  telah habis alias hilang entah kemana,” jelas sumber media ini yang masuk dalam  tim BPBD yang enggan namanya dipublikasikan.

Hal ini terlihat jelas di tempat lokasi para pengungsi, sampai saat ini belum terbentuknya Posko Komando penanganan pengunsi, belum dibangunnya tempat hunian sementara untuk tempat tinggal para pengunsi. Hal itu berdampak pada kondisi kesehatan para pengungsi  yang tidur di tempat yang tidak layak (di atas tanah yg hanya beralaskan tikar dan terpal.

“ Dari Pantauan kami juga Tim dari BPBD Kab. SBB tidak tau mau berbuat apa di lapangan (seperti orang kebigungan), sepertinya tidak terkoordinir dgn baik karena tidak di fasilitasi dengan biaya. mau makan dan minum saja terpaksa membebani masyarakat. Terbukti untuk mau kembali ke Kota Kabupaten saja (dari Desa Sole ke Dusun Pelita Jaya)  harus meminta Uang transportasi dari Kepala BPBD Propinsi Maluku untuk menyewa motor laut jenis pantura sehingga sangat membahayakan keselamatan di tengah laut, “ Ujarnya. 

 Padahal baginya, Sped boad bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di telantarkan begitu saja di Desa Eti.  
“ Padahan ada bantuan speedboat, bantuan ini tujuannya utk kepentingan Bencana Alam dan harus di gunakan pada saat2 seperti  sekarang ini.

Menguapnya DTT menguak anggapan miring, bahwa Dana tersebut di pakai untuk kepentingan pribadi dan sebagiannya lagi telah di berikan kepada Pejabat Tinggi di Kabupaten ini.

“Kami mohon Bapak. Bupati SBB untuk meperhatikan  hal ini, karena perbuatan ini sangat memalukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, juga memalukan Pemerintah Kabupaten SBB. Karena hal ini telah di ketahui oleh khalayak umum. Padahal penanganan pengunsi ini harus cepat di tangani,” pintanya.

Sementara Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Achiles Siahaya yang dimintai konfirmasi dari Ambon terkait tudingan tersebut mengaku informasi miring yang beredar merupakan dampak dari ketidakpuasan oknum oknum yang tidak bertanggungjawab.. dia juga menambahkan anggaran DTT yang diberikan padanya telah dipakai habis untuk mobilisasi logistic ke lokasi bencana. 

Sementara terkait dengan anggaran konsumsi yang dikeluhkan, dia mengaku tidak menyuguhkan permintaan tersebut. 

“Itu tidak benar. Itu hanya karena ketidakpuasan sebagian orang di BPBD ini. Biayaitu untuk mobilisasi logistic dan biaya untuk tim yang turun ke lokasi bencana. Kalau untuk uang konsumsi itu saya tidak membuat permintaan. Belakangan baru saya membuat permintaan terkait konsumsi staf. Dan masalah ini sudah selesai ” ungkap Achiles . (MT-01)

Posting KomentarBlogger

 
Top