0
Ambon, MollucasTimes.Com-Ada  tiga alasan dan pertimbangan mengapa Komisi I DPRD Kota Bau Bau  melakukan kunjungan kerja untuk studi banding di Kota Ambon ini.

Hal ini diakui Ketua Komisi I DPRD Kota Bau Bau, Muh. Ahadyat Zamani di Balai Kota Ambon, Selasa, 10/10/17.

"Hal pertama adalah Kota Ambon merupakan salah satu kota di Indonesia yang menyandang predikat Kota Terbaik Pengolahan Aset,” ungkapnya.

Persoalan pengolahan asset di Kota Bau Bau sangat kompleks, banyak asset daerah yang tidak jelas perolehan hak kepemilikan atau alas hak..

"Karena itu sebagai kota yang mendapat predikat terbaik dalam pengolahan asset, Komisi I DPRD Kota Bau Bau berinisiatif melakukan kunjungan kerja untuk studi banding mencari masukan dan pengalaman dari Pemerintah Kota Ambon sehubungan dengan masalah asset," ucapnya..

Diakuinya, persoalan yang dihadapi Kota Bau Bau saat ini, ada beberapa asset yang digugat oleh masyarakat terutama anak cucu yang mendiami asset tanah tersebut. Bahkan Kabupaten induk, Buton belum menyerahkan asset milik Kota Bau Bau.

“Seharusnya setelah pemekaran  beberapa asset harus diserahkan kepada Kota Bau Bau, namun hingga kini belum diserahkan oleh kabupaten induk sesuai aturan yang ada. Sehingga dari kunjungan kerja ini diharapkan kami memperoleh masukan, saran untuk bisa  mengambil langkah serta mempertegas asset milik Kota Bau Bau untuk diinventarisir,” jelasnya.

Selain itu hal kedua menurut  Zamani,  pihaknya ingin membuktikan bahwa Kota Ambon memang telah aman. “Banyak teman yang meragukan keamanan Kota Ambon sehingga kami ingin membuktikannya. Dan ternyata memang Ambon adalah Kota yang aman dan layak dikunjungi,” ujarnya.

Bahkan  hal ketiga dirinya tidak menampik bahwa pada awalnya Bau Bau  yang merupakan bagian dari Kabupaten Buton sangat berhubungan erat sejarah dengan Kota Ambon sejak ratusan tahun lalu.

“Sejak dulu banyak warga Buton yang merantau mencari nafkah di Kota Ambon sehingga hubungan emosional tercipta. Kami berharap hubungan ini tetap terjalin dengan baik, karena kita satu Indonesia, dan tidak boleh terkotak-kotak,” pungkasnya.(MT-09)

Posting KomentarBlogger

 
Top