0
Ambon,MollucasTimes.Com-Dalam upaya mencetak generasi mandiri dan berkualitas lewat dunia pendidikan, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menjadi salah satu pola yang baik.

Demikian diungkapkan Sekertaris Kota Ambon, A.G. Latuheru, SH, M.Si saat membuka sampul UNBK di SMK Kristen YPKPM, Senin 09/04/18.

“Dengan cara UNBK ini memberikan dampak yang baik bagi siswa terutama untuk menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri saat mengerjakan soal ujian, tanpa bantuan guru pengawas maupun teman,” tegasnya.

Dikatakannya, motto yang digunakan oleh SMA Kristen YPKPM yaitu Prestasi penting, Jujur nomor satu diharapkan semua siswa mampu menyelesaikan UNBK dengan baik.

“Saya pikir motto ini sangat baik dan berefek positif. Jika perlu motto ini terus digunakan bukan saja untuk siswa yang kelas  tiga saja tetapi oleg seluruh siswa baik kelas satu maupun kelas dua. Dengan demikian memunculkna rasa kemandirian dari seluruh siswa,” lugas Latuheru.

Sementara terkait dengan jumlah SMA yang mengikuti UNBK tahun ajaran ini, Latuheru mengatakan kewenangan yang dimiliki oleh Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku berbeda.

“Saya tidak pasti berapa jumlah sekolah SMA yang mengikuti UNBK, sebab kewenangan untuk SMA maupun SMK diatur oleh Pemprov Maluku sedangkan SD dan SMP diatur oleh Pemkot Ambon. Namun dari data yang diperoleh, SMA di Kota Ambon yang mengikuti UNBK berjumlah 20 dari 34 sekolah,” cetusnya.

Walaupun demikian menurutnya, sangat diharapkan agar setiap tahun ada peningkatan jumlah SMA yang mengikuti UNBK dan tidak harus menunggu tahun 2020.

“Yang terpenting sekolah yang bersangkutan harus siap dan Pemprov Maluku juga harus melihat ini sebagai suatu kebutuhan,” akunya.

Disinggung tentang SMP di Kota Ambon, Latuheru mengatakan tahun ini jumlah SMP yang mengikuti UNBK adalah 6 sekolah.

“Pemkot Ambon selalu mendorong agar setiap tahun jumlah SMP yang mengikuti UNBK bertambah. Minggu depan UNBK untuk SMP  akan diikuti 6 sekolah,” tambahnya.

Untuk  SMP yang belum melakukan UNBK, Latuheru memberikan usul berkoordinasi dengan SMA maupun SMK yang telah selesai UNBK.

“Jadwal UNBK kan berbeda antara SMA/SMK dan SMP. Kalau SMP yang belum melaksanakan UNBK ingin untuk  UNBK, dapat melakukan koordinasi dengan SMA/SMK  terutama sharing ruangan maupun komputer. Saya pikir itu juga salah satu cara yang digunakan  agar  SMP seluruhnya bisa mengikuti UNBK, tanpa harus menunggu tahun 2020 misalnya,” katanya.

Ditambahkan Latuheru, selain SMP, Pemkot Ambon mengharapkan SD juga  bisa melakukan UNBK.

“Sebab saat ini penguassan IT dari anak-anak didik SD juga sangat luar biasa. Mereka tidak bisa diabaikan begitu saja,” pungkas Latuheru.

Sementara itu jadwal UNBK hari pertama adalah Bahasa Indonesia, hari kedua Bahasa Inggris, hari ketiga Matematika serta hari keempat mata pelajaran jurusan. (MT-01)


Posting KomentarBlogger

 
Top