0
Ambon,MollucasTimes.Com-Dalam upaya memberikan pengetahuan kepada orang tua khususnya opa dan oma terkait  deteksi kanker pada anak serta menurunkan prevelensi angka penderita kanker anak, maka perlu penyebaran informasi dan pengetahuan.

Hal ini diungkapkan Ketua Panitia Seminar Ilmiah Sehari “Deteksi Dini Kanker Pada Anak Dan Apa yang Opa & Oma Harus Tahu Tentang Cucunya”, dr. Elviana M.E Pattiasina-Maitimu, S.Ked, Jumat 06/06/18.

“Saat ini angka penderita kanker pada anak di Indonesia  cukup tinggi  bahkan juga di Maluku, sehingga menuntut peran serta pemerintah maupun pihak swasta  memberikan informasi melalui kegiatan deteksi dini,” akunya.

Menurut Elviana, deteksi dini yang dapat dilakukan bisa melalui berbagai areal.

“Areal yang paling utama adalah di keluarga, puskesmas, sekolah serta ruang publik lainnya,” tandas wanita yang berprofesi sebagai dokter ini.

Kegiatan seminar yang diprakarsai oleh Yayasan Tenaga Kesehatan Kristen Indonesia Maluku (YTKKI-M) ini diharapkan dapat memberikan  pengetahuan tambahan  baik kepada masyarakat, orang tua khususnya  kepada oma opa bagaimana mendeteksi gejala kanker pada anak.

“Gejala kanker dapat berupa benjolan yang timbul pada bagian tertentu, misalnya di kepala, kaki, tangan dan lainnya. Gejala ini harus dideteksi sedini mungkin.  Jika ada benjolan maka harus segera diperiksa ke dokter, puskesmas maupun rumah sakit. Sebab  secara normal tubuh tidak boleh ada benjolan,” paparnya.

Ditambahkannya seminar sehari ini diberikan oleh dr. Edy Setiawan Tehuteru, Sp.AK, MHA, salah seorang konsultan dokter kanker pada anak dari Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta.

Elviana berharap kegiatan ini kedepannya  dapat melibatkan kabupaten kota lainnya di Maluku.

“Kami sangat berharap dukungan Pemerintah Daerah sehingga kedepan kegiatan seperti ini juga dapat melibatkan seluruh kabupaten kota di Maluku. Dengan demikian  masyarakat yang berada jauh dari ibukota Provinsi ini juga dibekali dengan pengetahuan deteksi kanker secara dini,” pungkas Elviana.

Kegiatan seminarsehari ini diikuti oleh tenaga kesehatan dari puskesmas, posyandu, LSM, serta masyarakat. (MT-01)

Posting KomentarBlogger

 
Top