0
Ambon,MollucasTimes.Com-Dalam upaya melengkapi dan memobilisasi pekerja perawat kesehatan Kristen sebagai saksi cinta kasih Yesus di tempat pengabdian, perlu dilakukan pelatihan yang intensif.

Demikian diungkapkan Koordinator Saline Process  Indonesia, dr. Julius Suryadi, di sela Workshop Saline Process  yang merupakan rangkaian kegiatan Seminar Sehari Deteksi Kanker Pada  Anak Dan Apa Yang Opa & Oma Harus Tahu Tentang Cucunya, Sabtu 07/06/18.

“Saline Process adalah pelatihan  yang dirancang untuk melengkapi serta memobilisasi tenaga kesehatan baik dokter, perawat, bidan yang termasuk tenaga kesehatan  Kristen  untuk bagaimana memiliki peranan menjadi saksi dari cinta kasih Yesus kepada pasien di tempat pengabdian,” paparnya.

Dikatakan, Saline Process  ini dilakukan  di seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia.

“Program ini merupakan program internasional yang dikerjakan oleh 9 badan partner dunia. Salah satunya adalah Health Care Christian Fellowhip (Yayasan Tenaga Kesehatan Kristen Indonesia-YTKKI),” tandasnya.

Sementara itu, materi yang diberikan merupakan hak paten dari International Health Care Service yang berkedudukan di Amerika Serikat.

“Seluruh materi telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa sehingga dapat disosialisasikan  dengan baik di semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Elemen utamanya yaitu pelatihan saksi Saline Process, mengikuti, mentoring, akuntabilitas serta perkalian,” akunya.

Pelatihan ini menurutnya menyediakan alat-alat praktis dalam membantu untuk menunjukkan kasih Yesus melalui perawatan kesehatan sesuai izin, kepekaan serta rasa hormat.

“Setelah mendapatkan teori dan metode, peserta diarahkan untuk mempraktekkan sesuai dengan yang diterima dalam pelatihan. Peserta dibagi per kelompok untuk praktek. Ada yang bertindak sebagai dokter, pasien dan pengamat. Kemudian akan  dilakukan evaluasi secara bersama terkait mengapa iman penting bagi kesehatan pasien, apa saja peluang dan hambatan bagi kita untuk memenuhi panggilan Tuhan, apa peran kita selaku pekerja kesehatan serta apa saja yang dapat digunakan untuk mengolah menabur serta memanen jiwa yang akan sembuh,”  jelasnya.

Suryadi menambahkan, dengan membaca situasi pasien, diharapkan tenaga kesehatan dapat bekerja dengan  semangat tanpa merasa bersalah atau tertuduh tetapi sebaliknya menjadi inspirasi panggilan Tuhan menjadi saksi di tempat mengabdi.

“Jadilah garam dan terang sehingga kesaksian tentang cinta kasih Yesus  menjadi nyata,” pungkasnya.

Untuk diketahui kegiatan Seminar maupun Workshop ini diprakarasai oleh Yayasan Tenaga Kesehatan Kristen  Indonesia Maluku dengan ketua panitia dr. Elviana M.E Pattiasina-Maitimu, S.Ked. (MT-01)

Posting KomentarBlogger

 
Top