0
Ambon,MollucasTimes.Com-Perlombaan tahunan Spice Island Darwin Ambon Yatch Race (SIDAYR) sebagai realisasi hubungan antara dua kota saudara (Sister City) Darwin-Ambon banyak mengalami pasang surut terkait jumlah perahu  tiap tahunnya. Tahun 2017 lalu misalnya  perahu yang mengikuti race berjumlah  26 sedangkan tahun 2018 ini menurun hingga lebih dari setengah jumlah tahun kemarin.


"Hal ini disebabkan banyak event race yang digelar di Maluku bersamaan waktunya sehingga membuka peluang bagi para peserta memilih jalur race yang disukai," demikian Sekretaris Komite SIDAYR Kota Ambon, Eddy Tasso, yang dilansir dari antaranews.


Pernyataan tersebut harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, perlu kerja keras dari seluruh instansi terkait di Kota Ambon dalam upaya meningkatkan jumlah peserta race terutama lewat promosi.

Kerjasama dengan Pemkot Ambon maupun dengan stakeholder lainnya misalnya Ambon Sailing Community (ASC) yang hadir untuk membantu Pemkot Ambon mendapatkan nilai tambah dari race tersebut  juga perlu diperhatikan.

Tahun 2018 ini  hanya diikuti oleh 10 perahu, menandakan penurunan kuantitas sangat spektakuler dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 26 perahu.

Kehadiran 26 perahu  tahun lalu  tidak lepas dari  berbagai kegiatan sosial diluar kegiatan rutin SIDAYR yang dilakukan ASC kepada para peserta. Kegiatan tersebut diantaranya melakukan kunjungan ke SD Amahusu, SD Inpres Laha serta  berinteraksi dengan para siswa, bahkan peserta memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah tersebut. Selain itu ASC juga menyediakan home stay bagi peserta yang tidak menginap di perahu ataupun di hotel.

Sejumlah peserta  yang diinterviuw saat itu merasa lomba perahu layar memiliki makna yang sesungguhnya. Karena selain mengikuti lomba mereka juga dapat membantu banyak hal yang menjadi hakekat dari sebuah hubungan kota saudara.

Sehubungan dengan jumlah perahu tersebut, Ketua Komite SIDAYR Darwin, Glen Stanford,  lewat rilis (Minggu 05/08/18) membenarkan bahwa tahun ini hanya 10 perahu yang mengikuti SIDAYR 2018 yang dilepas oleh Wali Kota Darwin dan Wali Kota Ambon di Stokes Hill Wharf pada pukul 11:00 Sabtu, 04/08/18 kemarin.

"10 perahu akan berkompetisi dalam acara tahunan ini dengan  melakukan perjalanan sejauh 600 mil laut dari Darwin ke Indonesia. Antipodes yang merupakan perahu terfavorit sepanjang tahun telah kembali dari Hongkong untuk mengikuti lomba. Mereka memiliki catatan yang cukup baik. Pada tahun 2016 lalu, Antipodes telah memecahkan rekor race selama 18 tahun perlombaan," cetus Stanford.

Ditambahkan, 10 perahu tersebut terbagi dalam  3 yaitu :

1.Divisi IRC Racing yang mengikuti adalah ANTIPODES dengan skipper Geoff Hill.
2.Divisi Cruising   Multihull diikuti oleh :
BLUE FROG  dengan skipper Bruce Cartwright, DREAMER dengan skipper Michael Martin, VITAMIN B dengan skipper Steve  Winspear (yang menjadi juara pertama tahun  2017 lalu), OZZIE MOZZIE dengan skipper Peter Anstey.
3.Divisi Cruising Monohull diikuti oleh :
ANASTASIA dengan skipper Peter Bravos, COLLE dengan skipper Doug Salis, FINALLY dengan skipper Neville Gill, WALLOP dengan skipper Marcus Ilton (sebagai juara ketiga pada tahun 2017), NATSUMI dengan skipper Gil Waller.

Diakui Standford, pihaknya sedikit kecewa karena jumlah perahu tidak banyak
terutama di divisi balap IRC.

"Divisi balap IRC merupakan divisi yang diharapkan diikuti banyak peserta. Tetapi kami harus mengalah karena tahun ini hanya satu peserta dalam divisi balap IRC. Karena banyak perahu yang memiliki masalah dalam pemeliharaan sehingga harus mengundurkan diri dari race ini. Walaupun demikian, kami telah berusaha meningkatkan jumlah peserta. Tahun 2020 nanti pasti akan banyak peserta mengikuti race yang diperkuat dari Fremantile," bebernya.

Hal ini dibenarkan Administrator Race, Claire Hall. Dikatakan 10 perahu untuk SIDAYR  2018 sudah cukup baik.

"Jumlah ini lebih baik dibandingkan dengan race Darwin-Dili dan Darwin-Saumlaki yang hanya memiliki 7 perahu. Memang dari segi pariwisata 10 perahu cukup bagus tetapi untuk lomba, jumlah ini belum maksimal. Sebab setelah dicabutnya ijin lama, setiap perahu dapat melakukan perjalanan ke Indonesia kapan saja. Ini yang membuat kami sulit untuk mendapatkan banyak peserta. Walaupun demikian, kami akan terus berupaya untuk mendapatkan perahu yang banyak sebagai peserta tahun depan, bahkan untuk tahun 2020 bersama Fremantile. Persiapan ini memakan waktu satu tahun," ucapnya.

Dikatakan, race SIDAYR ini sangat didukung oleh Pemerintah Northern Teritorry (NT) serta sejumlah sponsor yang ada.

"Sponsor SIDAYR 2018 ini selain Pemerintah Northern Teritorry, Pemerintah Kota Darwin, Pemerintah Kota Ambon, Asosiasi Dinah Beach Cruising, Radio Lokal Darwin mix 104,9 ;Ambon Sailing Community (ASC), Tirta Kencana Hotel, Jenda27, Media Harapan, The Coastal Passage serta media lokal Maluku, Mollucastimes.Com. Para sponsor ini bekerja demi terselengaranya race tahun 2018," rinci Hall.

Sebagai bahan pemikiran, dalam hubungan Sister City ini, Komite Darwin telah berjanji akan memberikan yang terbaik dalam lomba layar tahun depan, lalu apa yang akan kita lakukan untuk mendukungnya ?. (MT-01)




Posting KomentarBlogger

 
Top