0
Ambon,mollucastimes.com-Guna menyikapi perjalanan GPM jemaat SION Negeri Ema, jemaat yang merupakan anak cucu Negeri Ema harus banyak introspeksi dan tingkatkan kualitas kehidupan  dalam  upaya hadirkan kedamaian dalam berjemaat maupun dalam negeri.

Demikian ditegaskan dr. Elviana M. E Pattiasina-Maitimu,S.Ked, salah satu anak cucu Negeri Ema saat memberikan sambutan dalam pencanangan pembongkaran atap gereja GPM jemaat SION, sekaligus syukuran HUT GPM ke 83, Kamis 06/09/18.

"Kita semua anak cucu di Negeri Ema ini perlu melakukan perenungan serta mengintrospeksi diri masing-masing apa yang telah kita lakukan dan hasilkan dalam jemaat selama gereja SION ini berdiri bahkan selama 83 tahun tepatnya hari ini GPM merayakan ulang tahunnya," papar Elviana.

Menurutnya, selama gereja SION ini berdiri sudah seharusnya kualitas hidup anak cucu dalam jemaat meningkat.

"Kualitas hidup menunjukkan bagaimana akhlak sehubungan dengan tanggungjawab terhadap gereja. Apakah kita sudah menghadirkan kedamaian dalam kehidupan berjemaat sebagai anak cucu di Negeri ini,"ucapnya dalam nada tanya.

Dikatakan Elviana, jemaat SION hingga kini belum dapat dikatakan pembawa damai.

"Sebab hingga kini, masyarakat Negeri Ema belum memiliki raja definitif. Bagaimana damai itu terwujud? adalah mulai dengan diri sendiri, keluarga, masyarakat. Jika kita mampu mengintrospeksi diri maka saya percaya damai itu akan ada. Kita mampu mewujudkan rasa cinta kasih dalam jemaat maupun dalam negeri yang kita cintai bersama ini," jelas Elviana.

Bahkan lebih lanjut dirinya mengingatkan kepada jemaat jika ada kedamaian maka negeri Ema ini terus diberkati.

"Mari kita ingat lagi janji berkat tahun 1907 bagi anak cucu Negeri Ema, jika kita menghadirkan kedamaian dalam negeri, dipastikan kita akan memperoleh berkat dari janji tahun 1907," pungkas Elviana.

Sementara itu, Ketua Panitia pembangunan renovasi  atap gereja , Mozes Sahulata  mengatakan biaya yang diperoleh dari Pemerintah Daerah Provinsi Maluku.

"Anggaran ini disalurkan melalui Ibu Elviana Pattiasina-Maitimu atau yang kami sapa Ibu Nia sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah dengan jumlah nominal 500.000.000 rupiah.Waktu pembangunan yang direncanakan adalah 3 bulan terhitung sejak hari pencanangan, " tandas Sahulata.
(MT-01)



Posting KomentarBlogger

 
Top