0
Jakarta,mollucastimes.com-Dalam upaya menyikapi uji coba penerapan digitalisasi rujukan  (rujukan online) dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), akan dilakukan evaluasi nasional melibatkan  Kementerian Kesehatan, ADINKES, PERSI, ARSADA, ARSSI, ASKLIN, PB IDI, YLKI dan stakeholder lainnya di awal November 2018 mendatang.

Hal ini diungkapkan Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan Budi Mohamad Arief, Rabu 31/10/2018.

"Sistem rujukan online kini memasuki fase transisi dan evaluasi, direncanakan dilakukan selama 1 bulan.

Dalam masa transisi dan evaluasi BPJS Kesehatan bersama-sama dengan Kementerian Kesehatan, PB IDI, PERSI, ADINKES, ARSADA, ARSSI dan ASKLIN akan mengawal perbaikan sistem rujukan online. Implementasinya mengacu pada regulasi Permenkes 001 tahun 2012," aku Budi.

Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan, lanjutnya  akan dilakukan perubahan oleh Kementerian Kesehatan meliputi pembenahan kapasitas dan mapping faskes.



"PB IDI akan mendukung perbaikan kapasitas  penetapan waktu layanan pasien serta melengkapi kriteria kompetensi dokter spesialis/subspesialis pada data HFIS. Mapping faskes akan didukung sepenuhnya oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di seluruh Indoinesia, melalui koordinasi optimal antara BPJS Kesehatan dengan Kepala Dinas Kesehatan setempat.

Sementara itu, PERSI, ARSSI dan ARSADA juga akan mendukung mensosialisasikan dan mendorong rumah sakit untuk meng-entri kapasitas rumah sakit dalam aplikasi HFIS dengan baik dan benar," jelasnya



Dikatakan selama masa transisi dan evaluasi ini, proses rujukan tetap dilakukan secara online menggunakan aplikasi Pcare, Vclaim dan HFIS yang terkoneksi secara online. Peserta masih dimungkinkan untuk dirujuk ke rumah sakit yang kelasnya lebih tinggi. Diharapkan dalam fase transisi dan evaluasi ini, penerapan rujukan online semakin kuat dan sempurna.

Ditambahkan sepanjang masa uji coba sejak 15 Agustus hingga 31 Oktober 2018 ini banyak hal yang diperoleh masyarakat.

"Masyarakat, terutama fasilitas kesehatan sudah mulai terbiasa dengan sistem rujukan online ini seperti teredukasinya Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk disiplin menggunakan aplikasi PCare,  juga Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) untuk melengkapi dan meng-update data kompetensi dan sarana. Semua semakin baik bahkan terjadi pergeseran proporsi pelayanan karena tidak ada lagi pasien yang antri menumpukkarena telah  bergeser ke rumah sakit kelas C dan kelas D," jelasnya. (MT-01)




Posting KomentarBlogger

 
Top