0
Den Haag,mollucastimes.com-Guna mempromosikan serta melestarikan budaya Maluku terkhususnya pakaian adat Maluku, Istri Wakil Bupati Maluku Tengah, Joan Raturandang Leleury menggelar Fashion Show  di Den Haag, Belanda.

Menurut Leleury, Fashon Show ini  juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun Perkumpulan Nusahulawano Belanda ke-60 tahun Sabtu,17/10/18.

"Puji Tuhan, saya dan Pak Wakil Bupati diberikan kesempatan untuk mempromosikan aset budaya yang dimiliki. Kalau Pak Wakil Bupati didaulat untuk mempresentasikan tentang Negeri Nusa Laut, saya membalutnya dengan peragaan busana adat Maluku asli dan hasil modifikasi rancangan saya sendiri," aku wanita pemilik senyum manis ini.

Dikatakan Leleury, sebagai representasi orang Maluku khususnya dari Nusa Laut, sudah sepatutnya mempromosikan budaya Maluku di belahan dunia.

"Orang harus tahu budaya Maluku yang beragam, memiliki ciri khas yang harum  seperti harumnya bunga cengkeh dan pala serta kokoh dan kuatnya seperti pohon sagu yang menjulang tinggi," imbuhnya.

Fashion show berlangsung  di Partycentrum, Zichtenburgh, Den Haag ini menampilkan sekitar 50 busana adat Maluku asli maupun modifikasi yang dilaksanakan dua sesi yaitu siang dan malam hari  dan dihadiri sekitar 1000 pengunjung.

"Busana atau pakaian adat Maluku ini lebih mendominasi kepada motif khas seperti Bunga Cengkeh, Bunga Pala. Bahkan juga motif Nunusaku  yang ditampilkan dalam bentuk kain tenun, bordir dengan hiasan  payet serta mote, mutiara, juga  batu-batuan yang indah. Sementara busananya sendiri terbuat dari bahan tenun, kain  katun, brokat, silk ,chiffon, juga kain sarung. Semua itu adalah hasil karya saya sendiri yang telah dimodifikasi sehingga menampilkan aura ke-Maluku-an bagi siapa saja yang memakainya," ujarnya bahagia.

Sementara itu, busana adat Maluku ini diperagakan  oleh 14 peragawan / peragawati anak cucu Nusahulawano yang bermukim di Belanda dan Jerman.

Ditambahkan Leleury, dengan mempromosikan busana adat Maluku tersebut, dirinya berharap seluruh anak cucu Perkumpulan Nusahulawano Belanda dan sekitarnya dibangkitkan rasa cinta terhadap tanah leluhurnya.

"Walaupun mereka sudah bertahun-tahun berdiam di Belanda, namun mereka harus tahu asal usul dan menanamkan sikap mencintai tanah leluhurnya," pungkas wanita berkacamata ini.
(MT-01)

Posting KomentarBlogger

 
Top