0
Ambon,mollucastimes.com-Dalam rangka melindungi hak cipta lagu musisi lokal Maluku, lewat penandatanganan kerjasama antara Pemerintah Kota Ambon bersama Museum Musik Indonesia (MMI) Malang serta Perpustakaan Pusat  segera membangun Museum Pusat Dokumentasi Musik Nasional (MPDMN) di Kota Ambon.

Ketegasan ini disampaikan Ketua Ambon Music Office (AMO), Ronny Loppies Kamis 08/11/18.

"Kita harus melindungi hak cipta dari para musisi lokal Maluku, sebab tidak jarang ada pihak yang memplagiatkan lagu ciptaan musisi untuk keuntungan pribadi yang tentu saja melanggar hukum. Untuk menghindari kenyataan demikian maka dengan kehadiran Museum Pusat Dokumentasi Musik (MPDM) ini, seluruh lagu ciptaan musisi kita dapat disimpan dengan rapi. Dan tidak ada seorangpun yang mengaku-aku lagu ciptaannya padahal milik orang lain," jelas Loppies.

Loppies mengatakan saat ini, AMO sementara bekerjasama dengan MMI Malang untuk membuat replika lagu Ambon dalam bentuk kaset dan piringan hitam. Di lain pihak, para musisi mendaftarkan lagu ciptaan dan akan mendapatkan Intern Standar Music Number (ISMN).

"Kita juga menjalin kerjasama dengan MMI Malang untuk replika lagu baik dalam bentuk kaset maupun piringan hitam. Sementara untuk mengamankan lagu ciptaan, pencipta lagu harus mendaftarkan lagu ciptaannya dengan cara mengirimkan  notasi balok atau notasi angka ke Perpustakaan untuk mendapatkan nomor musik yang berstandar  Internasional atau International Standard Music Number (ISMN) sehingga dengan demikian  minimal saat MPDM  dibangun kita telah memiliki data lagu yang terdaftar resmi," akunya.

Pembangunan Museum menurutnya direncanakan tahun 2019.

"Pada tahap awal ini kita akan merenovasi bangunan Gedung Autis yang berlokasi di Passo, bersebelahan dengan  Balai Kesehatan Mata Ambon-Vlissingen. Gedung tersebut akan diperuntukkan sebagai Pusat Dokumentasi dan Konservatorium Musik," pungkasnya.(MT-01)



Posting KomentarBlogger

 
Top