0
Ambon,mollucastimes.com-Dalam rangka menjalankan tugas sebagai abdi masyarakat, memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait kamtibmas maupun penyakit sosial menjadi salah satu tanggungjawab pihak kepolisian.

Hal ini dikatakan Kapolsek Teluk Ambon IPDA Julkisno Kaisupy di sela Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pergaulan Bebas di Pesantren Kamah Santri V Senin, 24/12/ 18.

"Narkoba merupakan zat aditif yang jika dikonsumsi tanpa aturan dan dosis yang sesuai dapat membahayakan kesehatan. Narkoba ini dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
 Narkotika, Psikotropika, Zat Aditif lainnya," urainya.

Selain itu, lanjutnya, jenis Narkoba diantaranya  Ganja atau Cannabis Sativa merupakan salah satu jenis narkotika yang pada awalnya berguna untuk mengobati keracunan ringan. Kemudian Morfin  merupakan zat akfit dari opium. Zat ini dibuat dari percampuran antara getah poppy dengan bahan kima lain. Selanjutnya  Heroin yang  secara farmakologis mirip dengan morfin, yaitu menyebabkan orang  menjadi mengantuk dan perubahan mood yang tidak menentu. Yang terakhir Kokain,  adalah zat adiktif yang sering disalahgunakan dan merupakan zat yang sangat berbahaya. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon Coca, berasal dari Amerika Selatan.

Sementara itu, Jenis-Jenis Psikotropika diantaranya Ectassy dengan rumus kimia XTC adalah 3-4-Methvlene-DioxyMethil-Amphetamine (MDMA). Efeknya berlangsung maksimum 1 jam. Seluruh tubuh akan terasa melayang. Kadang-kadang lengan, kaki dan rahang terasa kaku, serta mulut rasanya kering. Pupil mata membesar dan jantung berdegup lebih kencang. Kedua adalah Shabu Shabu, berbentuk kristal, biasanya berwarna putih, dan dikonsumsi dengan cara membakarnya di atas aluminium foil sehingga mengalir dari ujung satu ke arah ujung yang lain.

"Selain kedua jenis psikotropika tersebut ada juga  zat Aditif  diantaranya Alkohol, dalam minuman keras menyebabkan gangguan jantung dan otot syaraf, menganggu metabolisme tubuh, impoten, gangguan kehamilan bagi ibu hamil, dan gangguan seks lainnya. Kemudian ada juga  Inhalasia menyebabkan gangguan pada fungsi jantung, otak, dan ginjal. Selanjutnya ada  Opiat,  dapat
mengganggu menstruasi pada wanita, dan menyebabkan impotensi pada pria. Yang terakhir Nikotin
menyebabkan meningkatnva denyut jantung dan tekanan darah, kanker paru-paru, jantung koroner, dsb," jelasnya panjang lebar.

Faktor Penyebab orang menggunakan Narkoba adalah satu faktor menurut Kaisupy adalah akibat  pergaulan bebas. Ini  merupakan bentuk pergaulan yang melewati batas wajar, aturan, syarat dan perasaan malu, dapat sebaga perilaku yang menyimpang dari norma agama dan norma kesusilaan.

"Memang pergaulan dengan teman-teman merupakan hal yang baik-baik saja bahkan wajar, tetapi jika sudah ada kata bebasnya berarti sudah melewati batas wajar, bahkan mereka merasa terlepas dari berbagai aturan yang ada,"imbuhnya.

Lewat sosialisasi tersebut Kaisupy menjelaskan  cara menjauhi Narkoba serta mengatasi pergaulan bebas.

"Anak muda harus mempelajari hal ini, sebab penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas rata-rata terjadi di kalanagan anak muda. Ada trik untuk diperhatikan secara baik, diantaranya pandailah memilih teman dalam bergaul, memperbanyak ibadah agar dekat  dengan Tuhan, terbuka dengan keluarga dan teman jika ada masalah. Untuk mengatasi pergaulan bebas mari tanamkan nilai agama dalam kehidupan, jagalah keseimbangan pola hidup yang baik, perbanyaklah aktivitas positif, berpikir untuk masa depan, Kurangi menonton telivisi, harus belajar  jujur pada diri sendiri, bina komunikasi yang baik dengan teman tentunya dengan teman yang baik pula serta taati aturan hukum yang berlaku," paparnya.

Ditambahkan semua hal yang menjurus pada penyalahgunaan Narkoba maupun pergaulan bebas dapat diantisipasi.

"Antisipasi berasal dari diri sendiri,  jika ada kesadaran dari pribadi sehingga walaupun ada faktor kurangnya perhatian orang tua, rendahnya tingkat pendidikan, maupun keadaan keluarga yang tidak stabil niscaya dengan kedekatan dengan Tuhan, semua dapat diatasi," pungkasnya.

Sosialisasi tersebut dilakukan dihadapan murid pesantren kurang lebih 90 orang serta  guru 10 guru pesantren. (MT-01)

Posting KomentarBlogger

 
Top