0
Ambon,mollucastimes.com-Pencanangan Minggu Adventus dan Natal Kristus 2018 GPM dilaksanakan pada akhir November secara serempak mengharuskan kita untuk merawat alam ciptaan Tuhan.

Demikian Ketua Majelis Jemaat GPM Eirene, Batu Gajah Ambon, Ibu Pdt. Samallo  disela pencanangan Minggu Adventus dan Natal Kristus 2018  Jemaat GPM Eirene di areal Jembatan Dolorosa tepatnya diatas Sungai Batu Gajah, Jumat 30/11/18.

Dikatakan, pencanangan ini bukan saja dimaksudkan membaharui kehidupan pribadi maupun keluarga, tetapi lebih luas lagi yaitu merawat alam ciptaan Tuhan.

"Dengan tema yang diberikan oleh Sinode GPM yaitu Menjamin Keberlanjutan Hidup Seluruh Makhluk, memberikan pengertian kepada kita bahwa kehidupan manusia harus memberikan dampak positif terhadap kelanjutan hidup semua makhluk ciptaan Tuhan.  Karena itu, lingkungan hidup sekitar kita juga perlu mendapat sentuhan kita, perlu dijaga kelestariannya, perlu dirawat dengan hati kasih," jelas Samallo.

Dikatakan, manusia harus mengakui kasih Tuhan yang telah dinyatakan dalam hidup.

"Pengakuan itu harus tergambar jelas didalam kehidupan yang berdampingan dengan alam, sehingga menggugah hati Allah untuk menyesali hukuman yang diberikan kepada kita lewat berbagai bencana alam. Dengan demikian kita mendatangkan berkat bukan saja bagi diri sendiri, keluarga tetapi bagi orang lain, gereja maupun bangsa," paparnya.

Sementara itu dalam refleksi Pencanangan Minggu Adventus dan Natal Kristus 2018 tersebut, Pdt. L.Ruhulessin mengupas tentang perjanjian Allah dengan Nuh dalam Kejadian 9 : 8-9.

"Dalam pasal 9 jelas menceritakan bagaimana janji Allah kepada Nuh untuk tidak lagi memusnahkan bumi dengan air bah. Untuk zaman sekarang ini kita dapat menggugah hati Allah supaya tidak lagi mendatangkan bencana alam atas kehidupan kita. Salah satu cara adalah dengan merawat lingkungan, menjaga kebersihan, tidak membuang sampah di sungai, dan selalu mengucap syukur. Karena alam ini telah dianugerahkan kepada kita," jelasnya.

Lukisan Tema Natal Penuhi Talud Sungai Batu Gajah

Kegiatan pencanganan  sangat diapresiasi oleh jemaat Eirene. Hal ini ditandai dengan kehadiran Jemaat GPM Eirene yang mengikuti ibadah pencanangan.

Terlebih dari itu,  areal Sungai Batu Gajah kini telah berubah warna. Pada talud kiri kanan sungai diwarnai dengan berbagai motif lukisan bertema Natal. Bahkan sungai yang awalnya menjadi tempat buangan sampah kini menjadi bersih, ditata dengan rapi. Walaupun debit  mengecil, namun harus disyukuri bahwa jemaat tidak lagi membuang sampah di sungai.

Menurut Ibu Pdt. Samallo, kebersihan sungai Batu Gajah ini merupakan realisasi dari salah satu program Pemerintah Kota Ambon, Bersih Sungai.

"Semua ini merupakan hasil partisipasi Jemaat Eirene terutama dalam membersihkan lingkungan sungai Batu Gajah. Inilah yang selalu diharapkan dari jemaat untuk terus menjaga keseimbangan alam. Selain itu, juga turut membantu Pemerintah Kota Ambon lewat salah satu programnya yaitu Bersih Sungai," tutupnya.(MT-01)



Posting KomentarBlogger

 
Top