0

Ambon,mollucastimes.com-Satu hati untuk tetap menjaga keutuhan, kebersamaan serta kekompakan dalam kehidupan sosial sesama masyarakat merupakan hakekat hidup sesungguhnya. Ini yang harus terjadi di Lorong Pica Botol sehingga memberi dampak yang positif bagi lingkungan.

Hal ini dikatakan pengacara muda Falky E.K Parera menanggapi kondisi lingkungan di RT 011/ RW003 Lorong Pica Botol, Batu Gong, Negeri Passo, Kecamatan Baguala.

Menurutnya, lingkungan di Lorong Pica Botol harus menjadi modal bagi masyarakat yang ada untuk mengembangkan diri pasca berbagai kondisi buruk yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Berbagai pertikaian dan perselisihan yang terjadi harus memberikan pelajaran bagi warga di Lorong Pica Botol terutama generasi muda. Kita tidak boleh terpengaruh dengan isu maupun gosip yang memecah belah, tetapi sebaliknya kita harus kuat, bersatu, kompak untuk melakukan hal positif membangun integritas diri maupun lingkungan,"akunya.

Dikatakan lelaki yang bertumbuh di kawasan tersebut,  Lorong Pica Botol dari namanya pasti angker membuat orang merinding.

"Dari namanya Pica Botol (pecahan botol-red)  pasti orang mengira bahwa lorong tersebut sangat angker karena ada banyak pecahan botol akibat orang mabuk yang memecahkan botol. Dan konotasi yang timbul pasti disitu banyak orang pemabuk, penjudi dan sebagainya. Tetapi sebenarnya tidaklah demikian walaupun memang ada yang masih mabuk-mabukan. Dinamakan Lorong Pica Botol karena sepanjang lorong tersebut berdiri tembok batas tanah milik keluarga Leatemia, dimana diatas tembok ditempelkan serpihan beling botol sebagai antisipasi keamanan. Itulah awal mula dinamakan Lorong Pica Botol," kata lelaki yang merupakan pengacara Sandy Tumiwa ini.

Diatas semuanya itu, Parera sangat mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan oleh warga RT 011/RW 003 Lorong Pica Botol lewat perayaan Natal tanggal 21 Desember 2018 lalu.

"Saya memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan Natal yang telah dilakukan. Untuk panitia dibawah pimpinan  Piet Tanahitumsing juga Ketua Seksi Acara Edy Manuhutu serta semua yang terlibat dalam acara perayaan Natal.  Hal ini cukup membantu upaya mengembalikan citra Lorong Pica Botol yang terkenal angker tersebut," paparnya.

Sementara itu, Ketua Panitia natal, Piet Tanahitumesing memberikan pendapat yang sama. "Dengan Natal tahun 2018 ini, mari kita tingkatkan kebersamaan, kekompakan, persatuan di lingkungan Lorong Pica Botol ini. Anak-anak muda mari hilangkan budaya mabuk-mabukan yang membuat resah warga. Saya yakin dengan adanya perubahan sikap anak muda disini  maka Lorong Pica Botol ini akan menjadi kawasan yang berbeda artii dari namanya," tegasnya.

Selanjutnya, Parera mengharapkan tahun 2019 memberikan harapan yang baik bagi Lorong Pica Botol.

"Harus diakui, di kawasan ini juga ada banyak pejabat pemerintah, mantan hakim, pengacara, calon anggota dewan, guru dan sebagainya. Sehingga citra Lorong Pica Botol ini harus benar-benar diubah, tidak lagi menjadi angker tetapi kawasan yang ramah dan bersahabat dengan lingkungan.Tidak akan ada lagi perpecahan, pertikaian, mabuk-mabukan, perjudian, hal-hal negatif. Semua orang memiliki pikiran positif bagaimana membangun Lorong Pica Botol menjadi kawasan yang bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan, negeri bahkan bisa bagi bangsa dn negara didalam bingkai NKRI," harap ayah tiga putri ini.(MT-01)

Posting KomentarBlogger

 
Top