0
Ambon,mollucastimes.com-Dari hasil pemeriksaan kesehatan  pegungsi korbanakibat  kebakaran Selasa lalu di kawasan  Lorong Sedap Malam, RT 04/RW01 Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Dinas Kesehatan Kota Ambon menemukan sebagian besar korban kebakaran mengalami infeksi pada saluran pernafasan akut (ISPA).

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, drg. Wendy Pelupessy, M.Kes Jumat 11/01/19.

"Pada umumnya korban tidak hanya orang dewasa saja tetapi juga  ibu hamil, anak-anak serta bayi. Kemarin sudah 2 orang ibu hamil yang mendapat pelayanan serta 46 pasien umum. Dan hari ini 32 pasien yang  dilayani di Posko yang digelar oleh Pemkot Ambon lewat Dinas Kesehatan Kota Ambon," ujarnya.

Dijelaskan ada beberapa gejala umum ISPA diantaranya hidung tersumbat dan pilek, batuk kering tanpa dahak yang dihasilkan dari paru-paru, demam ringan merupakan salah satu ciri-ciri tubuh yang sedang melawan virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh, sakit tenggorokan, sakit kepala ringan, bernapas cepat atau kesulitan bernapas, warna kebiruan pada kulit akibat kurangnya oksigen, gejala sinusitis seperti wajah terasa nyeri, hidung beringus, dan kadang-kadang rasa sakit dan demam.

"Karena itu dianjurkan kepada pasien khususnya korban kebakaran jika mulai merasakan gejala tersebut, segera minum obat . Jika  semakin parah, silakan cek dan periksa ke dokter," imbuh Pelupessy.

Selain pemeriksaan dan pelayanan kesehatan, menurut ibu tiga putra putri ini, Dinas Kesehatan Kota Ambon juga memberikan makanan tambahan khususnya kepada ibu hamil, bayi maupun anak-anak lewat Posko yang digelar selama tiga hari.

"Posko ini kami gelar selama tiga hari sejak tanggal 10-13 Januari 2019. Tujuan utama digelarnya Posko ini adalah untuk memeriksakan kondisi kesehatan para pengungsi korban kebakaran tersebut. Biasanya akibat kebakaran ada pasien yang mengalami sesak nafas, gatal-gatal, atau kemungkinan juga ada anggota tubuh yang mengalami luka bakar dan sebagainya. Nah, posko ini untuk melihat apakah ada pasien yang mengalami hal tersebut. Dan memang sebagian besar mengalami ISPA," akunya.

Ditambahkan jika pasien korban kebakaran masih terdapat keluhan lanjutan, dirinya menghimbau agar segera  menghubungi Dinas Kesehatan untuk ditindaklanjuti.

"Penanganan harus dilakukan sesudah ada laporan dan keluhan yang masuk. Pasien bisa mendatangi Puskesmas terdekat misalnya Puskesmas Martha Tiahahu untuk ditindaklanjuti," pungkasnya.
(MT-01)

Posting KomentarBlogger

 
Top