0
Ambon,mollucastimes.com-Guna memaksimalkan penerimaan PAD dari pas masuk pelabuhan Speed Mardika, Dinas Perhubungan dalam waktu dekat akan merehabilitasi fasilitas yang ada terutama jembatan pelabuhan.

Demikian ditegaskan Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon R. Sapulette, ST, M.T Kamis 14/02/19.

"Hingga kini kami belum bisa menarik pas masuk pelabuhan Speed Mardika pasalnya kondisi pelabuhan belum sepenuhnya memberikan rasa nyaman bagi pengguna jasa terutama infrastruktur yang jauh dari  memadai," imbuhnya.

Dikatakan, pihaknya akan melakukan rehabilitasi konstruksi pelabuhan sebelum menarik pas masuk.

"Dalam tahun ini akan kami rehabilitasi konstruksi walaupun hanya semi permanen. Ini dilakukan untuk memberikan rasa aman, nyaman bagi pengguna jasa. Dengan demikian kita bisa mulai menarik pas masuk pelabuhan sebagai pendapatan asli," tegasnya.

Diakui Sapulette, selama ini ada beberapa item yang belum dimaksimalkan sebagai pendapatan asli diantaranya pas  masuk pelabuhan Speed Mardika dan Peti Kemas.

"Secara umum, PAD Dinas Perhubungan tahun 2018 sebesar 16 milyar rupiah itu minus item pas masuk pelabuhan Speed Mardika dan Peti Kemas. Sehingga PAD kita tahun kemarin masih berkisar 95%. Nah tahun ini akan kita genjot lagi. Dan mudah-mudahan kedua item ini bisa difungsikan sehingga mencapai 100%," jelasnya.

Diakuinya, retribusi dalam terminal juga telah dihilangkan sehingga mengurangi nilai PAD murni Dinas Perhubungan.

"Untuk retribusi dalam terminal harus dihilangkan karena terminal diperuntukkan hanya bagi kendaraan penumpang bukan untuk tempat jual beli atau pedagang kaki lima (PKL). Areal dalam terminal harus dikosongkan. Sebab itu kami berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melalui tim terpadu  untuk menertibkan lapak yang masih berdagang dalam terminal," jelasnya.

Sapulette yakin, Dinas Perhubungan akan mencapai target PAD tahun 2019 sebesar 16 milyar.

"Keyakinan kami akan mencapai target tahun 2019 karena sejumlah item retribusi yang terus digenjot diantaranya retribusi becak dimana tahun 2018 sebesar 180 juta rupiah. Kemudian item parkir, retribusi terminal, uji kendaraan bermotor. Bahkan secara keseluruhan retribusi parkir mencapai 3,6 milyar. Untuk tahun 2019 kami menargetkan 4,6 milyar rupiah. Demi pencapaian ini, kami akan melakukan survei  potensi parkir sehingga  pada 2020 ada acuan dan dasar untuk menentukan penerimaan retribusi parkir," paparnya. (MT-01)

Posting KomentarBlogger

 
Top