0
Ambon,mollucastimes.com-Dalam upaya memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat mengkonsumsi  air isi ulang, Dinas Kesehatan Kota Ambon akan menyediakan laboratorium khusus untuk pemeriksaan kadar dan kondisi air isi ulang yang disinyalir terkontaminasi bakteri E-Coli.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, drg. Wendy Pelupessy, M.Kes, Senin 11/02/19.

"Kualitas air isi ulang harus menjadi prioritas bagi konsumen oleh sebab itu seluruh depot nanti harus memeriksa kualitas kimiawi air isi ulang yang dijual. Dan pemeriksaan tersebut akan dilakukan di laboratorium Dinas Kesehatan Kota Ambon. Laboratorium ini akan dilengkapi dengan peralatan canggih serta petugas terlatih untuk memeriksa kondisi air isi ulang di Kota Ambon," akunya.

Menurutnya, setelah dilakukan pemeriksaan secara acak, ditemui depot air isi ulang yang teridentifikasi mengandung bakteri E-Coli.

"Di Kota Ambon ini terdapat 212 unit depot air minum isi ulang, sementara dari hasil pemeriksaan secara acak terhadap 18 unit depot air isi ulang, 5 unit diantaranya telah terkontaminasi bakteri E-Coli. Tetapi kami  terus berkoordinasi dan kerjasama dengan Asosiasi Air Isi Ulang untuk melakukan pengawasan terhadap depot-depot yang ada. Alhasilnya, 5 depot air isi ulang tersebut setelah ditangani dan diberikan pembinaan, saat pemeriksaan ulang depot-depot tersebut telah bebas dari E-Coli," tandasnya.

Dikatakan, secara kasat mata E-Coli tidak dapat dilihat tetapi sebaliknya dapat dirasakan.

"Namanya bakteri tidak dapat dilihat dengan mata apalagi untuk air. Paling mudah hanya bisa dirasa ketika diminum atau perubahan warna air yang tidak lagi jernih. Untuk membuktikan adanya E-Coli ini, satu-satunya jalan adalah harus diperiksa kimiawi air di laboratorium," imbuhnya. .

Diakuinya, pihak depot banyak yang keberatan  untuk memeriksakan air isi ulang di laboratorium.

"Selama ini pihak depot air isi ulang harus memeriksakan kadar dan kualitas serta kondisi air ke laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. Kemungkinan karena biaya pemeriksaan tersebut tidak murah, maka pihak pemilik depot keberatan melakukanpemeriksaan. Nah, kita berharap dengan adanya laboratorium baru di Dinas Kesehatan Kota Ambon dengan biaya yang murah dapat membantu para pemilik depot air isi ulang untuk secara berkala memeriksakan kondisi air yang dijual. Dengan demikian kesehatan masyarakat dapat terjamin salah satunya dengan mengkonsumsi air bersih yang tidak terkontaminasi bakteri," jelasnya panjang lebar.(MT-01)

Posting KomentarBlogger

 
Top