0
Ambon,mollucastimes.com-Dalam rangka memenangkan Pileg tahun 2019, perlu dilakukan penguatan mesin partai sebagai basis pertahanan bahkan lebih dari itu kemudian memungkinkan Partai Demokrat lolos dalam Electoral Parlement 2024 nanti.

Demikian ketegasan yang disampaikan Ketua Tim Pemenangan Pemilu 2019  Partai Demokrat Provinsi Maluku, La Hane, Senin 11/02/19.

"Mesin partai harus difungsikan dan digerakkan untuk berkolaborasi secara sempurna dalam setiap proses Pemilihan Umum terutama Pemilihan Legislatif  (Pileg) baik DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten Kota. Mesin partai selain para calon legislatif (Caleg) juga para kader dari tingkat Provinsi hingga anak ranting di Desa/Negeri. Khusus untuk Partai Demokrat, kita akan  fokus untuk kemenangan Pileg  sehingga bisa lolos  dalam  Electoral Parliament 2024 nanti," terang La Hane.

Atas dasar penguatan tersebut, maka DPD Partai Demokrat kemudian menggelar Rapat Koordinasi Pemenangan Pemilu 2019  Partai Demokrat Provinsi Maluku pada Sabtu akhir pekan kemarin.

"Tujuan dari Rapat Koordinasi ini adalah untuk mensinkronkan kinerja antara Caleg baik DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten Kota dengan mesin partai yang ada di  Ranting. Sebab, dari informasi yang kami terima, ada rasa ketakutan yang berlebihan dari Caleg baik DPR RI maupun DPRD Provinsi berpikir jika menggandeng Caleg DPRD Kabupaten Kota maka mereka tidak akan memiliki suara. Bahkan terindikasi mereka lebih cenderung sinkron dengan Caleg dari partai lain," paparnya.

Hal ini, menurutnya tidak harus terjadi. Sebab untuk membesarkan partai harus ada  relasi yang kuat diantara mesin partai.

"Jika ini terus terjadi maka akan berpengaruh terhadap perolehan suara kemudian juga elektabilitas partai. Karena itu saksi partai harus direkrut dari Ranting. Mereka ini yang memiliki peranan penting menentukan apakah partai yang kita usung ini dapat memenangkan Pileg atau malah sebaliknya. Peranan mereka yang fundamental adalah sebagai saksi dalam pemilihan," jelasnya.

Saksi partai menurutnya yang ideal direkrut dari  Ranting yang memiliki pengalaman sebagai saksi, mempunyai kemampuan dan minimal lulusan SMA/sederajat.

"Dengan mengakomodir saksi dari Ranting, yang pertama kita sudah memberdayakan mesin partai serta memberikan peranan penting bagi mereka menunjukkan dedikasi. Sehingga partai tidak menyepelekan  Ranting yang bernaung di bawah  partai," tukasnya.

Dikatakan secara baku dalam ADRT Partai Demokrat, tidak ada sanksi yang mengikat namun ada resiko yang diterima oleh Caleg itu sendiri. "Jika formulir C1 tidak ditangani secara serius kemungkinan Caleg yang bersangkutan dapat dibully melalui data dalam C1 tersebut," tegasnya.

Hal kedua dalam Rapat Koordinasi menurut La Hane adalah merealisasikan hasil keputusan Rapimda  tahun 2018 lalu yaitu pembentukan Ranting.

"Beberapa DPC memang masih ada yang belum memiliki kepengurusan Ranting secara utuh. Ini harus segera dilakukan mengingat peran mereka dalam Pileg 2019 ini, resiko menang atau kalah tergantung dari keberadaan dan kesiapan mereka di TPS," imbuhnya..

Ditambahkannya, saksi yang diakomodir Caleg akan digabung oleh DPC. "Mekanismenya, Caleg memasukkan nama calon saksi  kepada DPC untuk  kemudian dipilih sesuai dengan kebutuhan. Satu saksi untuk Pileg  (DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota). Jadi tidak semua calon saksi yang diberikan Caleg akan diakomodir. Pada intinya, jumlah saksi harus sama dengan jumlah TPS yang ada," tandasnya.

Rakor ini dihadiri Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku, Seluruh Ketua DPC Kabupaten Kota, Sekertaris,  Bendahara , Operator Partai serta Caleg DPR RI  dan DPRD Provinsi Maluku.
(MT-01)





Posting KomentarBlogger

 
Top