0
Bengkulu,mollucastimes.com-Akibat hujan deras yang mengguyur seluruh wilayah Bengkulu menyebabkan  bencana banjir dan longsor terutama pada  9 Kabupaten di Provinsi Bengkulu.

Demikian  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Pusat, Sutopo Purwo Nugroho melalui rilis Senin, 29/04/19.

"Sejak tanggal 24 hingga 27 April 2019, banjir dan longsor telah melada 9 Kabupaten di Provinsi Bengkulu yaitu Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Lebong, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur. Dan data yang dihimpun BPBD Provinsi Bengkulu 10 orang meninggal dunia, 8 orang hilang,2 luka berat, 2 luka ringan,12.000 orang mengungsi, 13.000 jiwa terdampak bencana. Sementara kerusakan fisik meliputi 184 rumah rusak, 4 unit fasilitas pendidikan, 40 titik infrastruktur rusak (jalan, jembatan, oprit, gorong-gorong) dan 9 lokasi sarana prasarana perikanan dan kelautan yang tersebar di 5 kabupaten/kota," rincinya.

Dikatakan, walaupun kini banjir sebagian sudah surut namun beberapa wilayah masih terlihat tergenang. Hal ini tentu akan berimplikasi kepada kesehatan masyarakat.

"Implikasi kesehatan masyarakat dikhawatirkan timbulnya penyakit kulit, gangguan ISPA, akibat minim air bersih," cetusnya.

Lanjutnya,  Gubernur Bengkulu, Rohodin Mersyah telah menginstruksikan  seluruh jajaran SKPD di Bengkulu mengoptimalkan potensi guna membantu penanganan darurat bencana.

"Pak Gubernur juga telah melaporkan hal ini kepada Kepala BNPB RI, Doni Monardo. Bahkan Tim Reaksi Cepat  BNPB RI didampingi BPBD memberikan bantuan dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat. Bahkan telah dibentuk Posko Induk di BPBD Provinsi Bengkulu dan Posko Pengungsian di 12 titik lokasi, serta dapur umum untuk mendistribusikan makanan" rincinya.

Dengan melakukan rapat koordinasi setiap hari, lanjutnya,  dapat diketahui wilayah yang perlu penanganan lebih.

"Penyelamatan, pencarian korban dan evakuasi korban dilakukan dengan menggunakan perahu karet melibatkan tenaga aparat Pemda, POLDA, TNI/Polri, Lanal, BASARNAS, Tagana, ACT, PKPU, MDMC, mahasiswa, Perkumpulan Organisasi Tionghoa Bengkulu, dan organisasi lainnya. Perbaikan darurat dilakukan, khususnya untuk mengatasi jalur transportasi dan distribusi bantuan. Untuk mengatasi longsor yang menutup badan jalan pemerintah setempat telah melakukan pembersihan material menggunakan alat berat (ecsavator) sehingga akses jalan dapat dilalui. Untuk jalan dan jembatan yang putus telah dilakukan survai, pendataan dan pengamanan dengan memasang rambu peringatan di jalan," jelasnya panjang lebar.

Walaupn demikian masih ada kendala yang dihadapi yaitu kesulitan menjangkau lokasi titik banjir dan longsor karena akses jalan terputus total serta aliran listrik yang terputus.

"Hal ini mengakibatkan pendistribusian logistik terhambat.Selain itu, titik lokasi bencana banjir dan longsor sangat banyak sedangkan jarak antar titik banjir dan longsor berjauhan, sehingga menyulitkan untuk mencapai semua lokasi. Terbatasnya dana/anggaran yang memadai sehingga menyulitkan operasional penanganan bencana," ungkapnya.

Sementara kebutuhan mendesak saat ini , menurutnya, diantaranya  tenda pengungsian, perahu karet,  selimut, makanan siap saji, air bersih, family kid, peralatan bayi, lampu emergency, peralatan rumah tangga untuk membersihkan lumpur dan lingkungan, sanitasi.

"Untuk saat ini  tenaga relawan.BPBD masih melakukan pendataan dampak bencana dan penanganan bencana. Masyarakat dihimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan berintensitas tinggi masih dapat berpotensi terjadi di wilayah lain di Indonesia. Dan bagi Kepala Daerah yang daerahnya  mengalami bencana dihimbau segara menetapkan status darurat untuk mempercepat penanganan darurat," pungkas Nugroho. (MT-01)


Posting KomentarBlogger

 
Top