Berita Terkini

Ambon,MollucasTimes.com-Konsep mempererat kekeluargaan, menjadi fokus perayaan Natal  Keluarga Besar Masyarakat Nalahia yang berjuluk Risapori Henalatu pada Sabtu, 3 Desember 2022 

Demikian Ketua Panitia Natal Keluarga Besar Risapori Henalatu, Ongen Lewerissa kepada MollucasTimes.com, Jumat 02/12/2022.

"Natal Risapori Henalatu tahun ini kita gaungkan untuk mengeratkan hubungan kekeluargaan diantara kita. Mengingat masyarakat Nalahia juga tersebar di seluruh Maluku, di luar Maluku bahkan di luar negeri. Sehingga melalui Natal ini, kita berupaya mendekatkan diri satu dengan yang lain melalui sajian acara dalam kemasan kekeluargaan, " ungkapnya.

Lanjutnya, perayaan Natal ini juga melibatkan pengurus Risapori Henalatu di masing-masing wilayah.

"Para pengurus ini merupakan perpanjangan tangan panitia untuk menghimpun masyarakat Nalahia di masing-masing wilayah untuk menghadiri Natal yang akan kita gelar di Baileo Oikumene Ambon, Sabtu besok pukul 18.00 Wib," aku Lewerissa.

Ditambahkan, akibat Covid maka tidak ada perayaan Natal Bersama selama tiga tahun terakhir.

"Kita bersyukur tahun ini bisa merayakan Natal Keluarga Besar Risapori Henalatu secara bersama bahkan juga dengan saudara-saudara dari Negeri Belanda. Ungkapan syukur yang tidak henti," tandasnya.

Dirinya berharap melalui informasi ini, seluruh masyarakat Nalahia yang berada di Kota Ambon dan sekitarnya bisa menyempatkan diri menghadiri perayaan Natal Risapori Henalatu tahun 2022.

Sementara itu, Kepala Pemerintahan Negeri Nalahia Kecamatan Nusalaut, Drs. Franky J.R Leiwakabessy, M.Si mengapresiasi pelaksanaan Natal Keluarga Besar Risapori Henalatu.

"Apresiasi yang baik bagi panitia dalam menyiapkan segala sesuatunya. Hanya Tuhan yang mampu membalas semua kerja yang telah dilakukan," timpal pria yang bergelar Upu Latu itu.

Bahkan pria lima anak itu juga memiliki sejumput harapan.

"Saya berharap Natal tahun ini setelah melewati Covid, persekutuan dan kekeluargaan masyarakat Nalahia baik di Kota Ambon dan sekitarnya maupun di luar Maluku bahkan luar negeri dapat terintegrasi satu dengan yang lain, saling mengenal lebih dekat lagi, saling berinteraksi yang pada akhirnya akan membawa dampak positif bagi pembangunan di Nalahia tercinta," ungkap Leiwakabessy yang juga Ketua Latupati Nusalaut itu. (MT-01)


Ambon,MollucasTimes.com-Inovasi SIPELAYAN ALKANJANG akan menjadi role model sistem pencatatan dan pelaporan di Indonesia.

Demikian Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Ambon, Ir. J. W Patty disela Launching Aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Alat Kontrasepsi Jangka Panjang (SIPELAYAN ALKANJANG), di Kantor Negeri Batu Merah, Kamis 01/12/2022.

"Aplikasi ini merupakan ide dan inovasi saya dan puji Tuhan, akan dipresentasikan di Jakarta. Bahkan akan menjadi role model pencatatan pelaporan bagi setiap kabupaten kota di Indonesia. Tanggal 5 Desember 2022 saya akan mempresentasikannya di BKKBN Pusat sehingga kedepan sudah ada legitimasi untuk diberlakukan di Indonesia," tandas wanita smart itu.

Diungkapkan pelucuran aplikasi SIPELAYAN ALKANJANG tidak terlepas dari dukungan banyak pihak.

"Terimakasih saya kepada Pemerintah Kota Ambon, dalam hal ini Pak Penjabat Wali Kota, Pak Sekertaris Kota, seluruh teman-teman pimpinan OPD, BKKBN Provinsi Maluku serta stakeholder lainnya bahkan peran media lokal yang luar biasa dalam membantu mempromosikan aplikasi SIPELAYAN ALKANJANG ini," jelasnya.

Patty mengungkapkan, keberhasilan ini juga atas jerih lelah dan dukungan staf PPKB Kota Ambon.

"Saya bangga dengan para staf saya, dukungan, support dari mereka juga luar biasa. Ini adalah hasil kerja tim, dimana mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk mensukseskan aplikasi ini," timpalnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Maluku, Sarles Brabar menambahkan sistem aplikasi ini penting dan sangat berdampak positif.

"Dengan aplikasi tersebut, memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa progam Keluarga Berencana bukanlah suatu pemaksaan atau hal yang harus ditakuti. Karena program ini juga dilakukan oleh seluruh negara di dunia dalam upaya menjamin kesehatan ibu dan anak," akunya.

Mengapa demikian? lanjutnya, karena seringkali jarak kelahiran anak diabaikan.

"Pengabaian jarak kelahiran anak juga bisa menimbulkan kematian. Nah melalui inovasi aplikasi ini masyarakat mendapat pengetahuan khususnya bagi pasangan muda yang akan mengikuti program KB. Ada berbagai manfaat yang akan diperoleh. Mereka bisa memahami arti keluarga sehat; melindungi ibu yang masuk dalam 4 T yaitu, Terlalu banyak anak, Terlalu dekat jarak kehamilan, Terlalu tua dalam usia, Terlalu muda saat melahirkan bahkan juga menghindari stunting," jelas pria asal Papua itu.

Dirinya bersyukur aplikasi tersebut akan diadopsi oleh kabupaten kota lain di Indonesia.

"Inilah satu kebehasilan yang dicapai oleh DPPKB Kota Ambon dan patut diapresiasi dengan baik. Salut untuk ibu Welly dan tim," tutupnya. (MT-01)

Ambon,MollucasTimes.com-Pemerintah Kota Ambon mengapresiasi inovasi dalam proyek perubahan yang dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Ambon.

Hal ini diungkapkan Pj Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si disela Launching Aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Alat Kontrasepsi Jangka Panjang (SIPELAYAN ALKANJANG).

"Sistem ini sangat penting untuk membuat pelaporan dan pencatatan secara cepat dan akurat, kemudian membangun informasi manajemen yang terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi bersama stakeholder untuk memudahkan dinas meningkatkan pelayanan alat kontrasepsi jangka panjang di Kota Ambon," ungkap Wattimena.

Mewujudkan norma kecil dan bahagia, lanjutnya, Dinas PPKB sejalan dengan UU nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan Pembangunan Keluarga Sejahtera.

"Sejalan dengan itu, kontribusi penuh mewujudkan keluarga berkualitas dan pertumbuhan penduduk difokuskan pada beberapa hal diantaranya mengendalikan pertumbuhan penduduk dalam rangka kualitas dan struktur penduduk; menyelenggarakan program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi secara komprehensif; menyelenggarakan pembangunan keluarga yang holistik sehingga dapat berkontribusi menurunkan stunting; membangun kemitraan dengan stakeholder; memperkuat inovasi teknologi informasi dan komunikasi untuk bangun kelembaaan dalam mengedukasi masyarakat menghindari perceraian dan meningkatkan kualitas keluarga," paparnya.

Dikatakan pelaksanaann program keluarga, kependudukan dan KB melali keterlibatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kota Ambon sangat membantu pelaksnann pelayanan alat kontrasepsi kepada masyarakat.

"Ini akan terealisasi dalam pelaksanaan advokasi, informasi, komunikasi, edukasi dapat menyelenggarakan program pembangunan keluarga kependudukan dan KB melalui kotbah di Masjid untuk meningkatkan pemakaian ALKANJANG sehingga mampu mengatur jarak kelahiran, menurunkan stunting demi mencapai keluarga yang hebat," paparnya.

Wattimena menambahkan inovasi tersebut merupakan motor penggerak yang terintegrasi dengan mandat BKKBN.

"Dimana ini dilakukan guna meningkatkan partisipasi penyelenggaranan serta peningkatkan presentasi pelayanan ALKANJANG. Karena itu, dibutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder mewujudkan Ambon yang memiliki keluarga sejahtera serta menciptakan norma keluarga bahagia." pungkas ayah tiga anak itu. 

Launching diakhiri dengan penandatangan MoU antara Pemerintah Kota Ambon dalam hal ini DPPKB dengan MUI Kota Ambon. (MT-01)


Jakarta,MollucasTimes.com-Dalam upaya meningkatkan peran serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera, DWP Pusat menggelar Seminar Nasional.

"Seminar tersebut diikuti oleh para peserta DWP Provinsi, Kabupaten Kota termasuk DWP Kota Ambon kemudian dari Instansi Pemerintah Pusat (IPP)," demikian Ketua DWP Kota Ambon, Dra. Y.G Ririmasse, AP, M.Si kepada MollucasTimes.com, Jumat 02/12/2022.

Dsebutkan Seminar Nasional tersebut menampilkan nara sumber yang kompeten.

"Seminar yang digelar selama tiga (3) hari itu dibuka dengan keynote speaker, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati," aku ibu dua putra itu.

Nara sumber lain, sambungnya,  diantaranya Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Kementerian PPPA, Ratna Susianawati dengan materi Perlindungan Perempuan dan Anak dari Tindak Kekerasan (UU TPKS memberikan kepastian bagi para korban). 

"Kemudian ada juga Kepala Badan Kependudukan dan KB Nasional, Hasto Wardoyo mengupas masalah Pencegahan dan Penanganan Stunting. Sekjen Kementerian Komunikasi dan Informatika, Mira Tayyiba, bicara tentang Perempuan Cerdas di Era Digital. Selanjutnya ada Vice Presiden Pegadaian Kebayoran Baru, Tomy Djoko Rahardjo, dengan Memperkuat Ekonomi Keluarga melalui Usaha Online di Era Digital serta Perancang Busana/ Pendiri Ikat Indonesia, Didiet Maulana. 

Yang terakhir Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengetengahkan Peran Perempuan untuk Mewujudkan Keluarga Anti Korupsi serta Rudi Hernanda S.Sn, MA, C.Ht, CPEC mengupas Self Inner Power Management atau Bagaimana Mengelola Kekuatan Dalam Diri," rinci ibu dua putra itu.

Dirinya berharap apa yang diperoleh dalam seminar tersebut bisa menjadi pengalaman dan pengetahuan.

"Guna meningkatkan peran kami baik sebagai DWP maupun sebagai ibu dalam keluarga untuk mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera," timpal wanita energik itu.

Ditambahkan wanita rendah ahti itu, pengurus DWP Kota Ambon yang mengikuti kegiatan seminar diantaranya Ketua DWP, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Ketua Bidang yaitu Ketua Bidang Ekonomi, Pendidikan dan Sosial Budaya. 

Seluruh peserta Seminar Nasional akan menerima sertifikat. Sedianya seminar diselenggarakan selama tiga hari dari tanggal 1 hingga 3 Desember 2022 di Hotel Aston, Tomang Grogol, Jakarta Barat. (MT-01)


Ambon,MollucasTimes.com-Sudah saatnya pelaku industri kecil di Kota Ambon mendapat kemudahan untuk pembinaan dan pendampingan dalam upaya mempromosikan produk unggulan secara representarif.

"Dengan adanya Wadah Jualan Produk Unggulan Industri Kecil Menengah (WALANG IKM), ada beberapa manfaat yang didapatkan oleh pelaku industri kecil di Kota Ambon," ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Ambon, Sirjohn Slarmanat, SH, MH kepada MollucasTimes.com, Rabu 30/11/2022.

WALANG UKM, merupakan tempat yang representatif bagi pelaku IKM dalam mendapatkan pembinaan serta pendampingan bahkan sebagai pengembangan dari program Pemerintah Kota Ambon JIKUBATA

"Selain itu, mereka bisa bertukar serta berbagi informasi. Dalam WALANG IKM ini juga tersedia produk unggulan yang memiliki standarisasi yang dilihat dari aspek perijinan maupun kemasannya," timpal pria berkacamata itu. 

Diakuinya, memang banyak lokasi yang digunakan sebagai tempat jualan. "Namun kedepan, kita berharap Kota Ambon memiliki tempat yang representatif untuk pembinaan dan pembinaan oleh pemerintah daerah khususnya dari instansi terkait," papar ayah satu putri itu.

Slarmanat mengatakan proyek perubahan melalui WALANG IKM ini juga berjangka.

"Untuk jangka pendek kita akan mendorong seluruh hotel berbintang maupun mall menyediakan tempat untuk memasarkan produk unggulan sehingga tamu yang datang tidak usah mencari jauh-jauh lagi oleh-oleh atau cinderamata untuk dibawa pulang. Nah, produk dalam WALANG IKM diantaranya bahan olahan pangan serta kerajinan tangan, yang harus memenuhi persyaratan  standar yaitu halal, memiliki ijin edar maupun kemasan yang baik," jalas Slarmanat.

Untuk jangka panjang kita akan mendorong pelaku IKM untu mempromosikan dan memasarkan produk unggulan melalui digitaliasasi.

"Semangat ini yang harus kita gaungkan sebab era saat ini adalah promosi berbasis digitalisasi, memudahkan konsumen mendapatkan kebutuhannya yang disediakan oleh 1.500 pelaku IKM di Kota Ambon," pungkasnya.(MT-01)


Ambon,MolluasTimes.com-Terdakwa kasus dugaan korupsi PLTMG Namlea Kabupaten Buru, Abdul Gafur Laitupa dinyatakan bebas resmi secara hukum oleh Mahmakah Agung RI.

Demikian kuasa hukum terdakwa, Roza Tursina Nukuhehe, SH, kepada MollucasTimes.com, Rabu 30/11/2022.

"Keputusan bebas secara resmi itu tertuang dalam  amar putusan kasasi MA, 1226 K/pid.sus/2022, tanggal 22 Juni 2022, atas nama terdakwa Abdul Gafur Laitupa, dimana MA menolak permohonan Kasasi yang diajukan  penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Buru," ungkap ibu satu putri itu.

Dikatakan, risalah pemberitahuan dalam amar putusan kasasi menyatakan Laitupa divonis bebas.

"Bebas disini artinya bebas demi hukum," timpal si cantik itu.

Diceritakan kader Demokrat itu, kliennya Abdul Gafur Laitupa, dijerat dalam kasus dugaan korupsi PLTMG Namlea.

"Laitupa dinyatakan bebas bersama Fery Tanaya selaku pemilik lahan. Dan dalam pembuktian di pengadilan, penuntut umum tidak mampu membuktikan bahwa lokasi yang akan digunakan untuk kantor PLTMG Namlea itu tanah negara. Bahkan dalam putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Ambon, keduanya dinyatakan bebas demi hukum. Namun, karena tidak puas penuntut umum dari Kejari Buru mengajukan kasasi ke MA RI," tutupnya.

Dikatakan, hasil putusan kedua terdakwa dinyatakan bebas.

"Putusan kasasi pak Fery Tanaya sudah turun beberapa bulan lalu, sementara untuk pak Laitupa baru saja kita terima pemberitahuan putusannya," pungkasnya lega. (MT-01)


Ok

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget