Berita Terkini

Ambon,MollucasTimes.com-Penghormatan yang tinggi diberikan kepada Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura beserta teman-teman atas keikhlasan serta kesucian dan pengorbanannya melawan penjajah di Maluku melalui Apel Kehormatan dan Renungan Suci, Sabtu dini hari, 15 Mei 2021 di Pattimura Park Ambon.

"Kami yang hadir pada hari ini, Sabtu 15 Mei 2021 pukul 00.00 WIT pada upacara memperingati akan jasa-jasa pahlawan nasional Kapitan Pattimura, menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan, kesucian serta pengorbanan saudara Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura besarta teman-teman sebaai pahlawan dalam pengabdian terhadap perjuangan demi kebahagiaan neara dan bangsa. Kami besumpah dan berjanji perjuangan saudara adalah perjuangan kami juga. Dan jalan kebaktian adalah jalan kami juga. Kami berdoa semoga jasa saudara-saudara diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa serta mendapat tempat yang sewajarnya," demikian Louhenapessy yang bertindak selaku inspektur upacara.

Peringatan Hari Pattimura dilanjutkan dengan mengheningkan cipta serta pembakaran obor Pattimura dan dilanjutkan dengan doa bersama. 


Tahalele : Emansipasi Perempuan, Bentuk Penghormatan Jasa Para Pahlawan

Sementara itu penghormatan kepada jasa para pahlawan dipimpin oleh komandan upacara, Kepala Kecamatan Teluk Ambon, Imelda Tahalele, S.STP.

Komandan upacara yang dipimpin oleh seorang wanita adalah cerminan bahwa perjuangan para pahlawan bukan saja milik kaum pria tetapi juga dengan andil para wanita. Sebut saja Christina Martha Tiahahu, yang sama-sama berjuang melawan penjajah. 

"Ini adalah bentuk emansipasi kita sebagai perempuan. Kalau dulu, Christina Martha Tiahahu berjuang melawan penjajah dengan parang dan tombak, untuk saat ini kita punya peran berbeda dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan di berbagai sektor. Ambil misal dulu pimpinan Kecamatan pada umumnya dipimpin oleh para pria, namun seiring dengan perkembangan zaman maka posisi tersebut dapat diisi oleh kaum wanita," ungkap ibu empat anak ini.

Dirinya berharap, apa yang sudah dilakukan oleh para pahlawan pendahulu menjadi motivasi bagi kita semua.

"Semoga semangat pejuangan para pahlawan baik itu Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura maupun Christina Martha Tiahahu dan perempuan lainnya di Maluku dapat memotivasi kita semua untuk bejuang bersama untuk terus mengisi kemerdekaan melalui bidang masing-masing," demikian wanita cantik ini kepada MollucasTimes.com.

Yang hadir dalam upacara tersebut diantaranya Wakil Wali Kota Ambon, Syarif Hadler; Sekertaris Kota Ambon, A.G Latuheru, SH, M.Si, MH; Forkopimda Kota Ambon; Ketua TP PKK Kota Ambon, Ny. L. L. E Louhenapessy, MA; Pimpinan OPD Pemerintah Kota Ambon serta Pramuka Kota Ambon. (MT-01)








Ambon,MollucasTimes.com-Dalam upaya terus mengingatkan masyarakat Kota Ambon akan semangat perjuangan Pattimura yang telah berjuang melawan penjajah, maka momentum perayaan Hari Pattimura setiap tahun harus menceminkan semangat tersebut.

Demikian Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, SH disela Malam Renungan Suci memperingati Hari Pattimura ke-204 di Pattimura Park, Sabtu dini hari 15 Mei 2021.

"Walaupun dalam kondisi yang berbeda dengan saat ini, teapi semangat tidak boleh hilang. Dulu para pahlawan kita berjung melawan penjajah dengan alat perang seadanya. Sekarang kita juga bejuang namun dengan objek yang berbeda yaitu melawan pandemi Covid. Bagaimana caranya, yaitu dengan meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan," jelas Louhenapessy.

Protokol kesehatan ini menurutnya, sangat didukung oleh seluruh pihak. 

"Saya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini yang telah memenuhi standar protokol kesehatan. Terimakasih untuk Pak Dandim yang membantu mengarahkan protokoler secara proposional yang benar dalam kegiatan upacara Renungan Suci. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sebagai contoh," tandas orang nomor satu di Kota Ambon ini.

Dikatakan, hasil perjuangan Pattimura yang dinikmati saat ini diantaranya adalah kebebasan perkembangan ekonomi pertumbuhan dan kemajuan pembangunan.

"Ini adalah obsesi perjuangan Pattimura yang harus kita teruskan. Banyak hal yang perlu menjadi perhatian kita walaupun ditengah pandemi, intidak boleh mengurangi tekad dan semangat juang kita bersama untuk membangun. Pembangunan ekonomi harus meningkat sehingga masyarakat bisa sejahtera. Karena itu, lewat perenungan malam ini saya mengajak kita sekalian untuk terus memiliki semangat juang, disiplin dan tetap mematuhi aturan yang ditetapkan. Semua yang dilakukan oleh Pemeintah demi masyarakat yang dicintai," pungkas ayah lima anak ini. (MT-01)




Ambon,MollucasTimes.com-Hasil kerja serta koordinasi bersama dalam menciptakan zona kuning di Kota Ambon, menjadi hal yang patut diapresiasi.

Demikian Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, SH di sela tinjauan ke sejumlah Pusat Pebelanjaan, Selasa 11/05/2021.

"Sebagai Kepala Pemerintahan di kota ini, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kerjasama dan koordinasi yang telah terbentuk selama ini sehingga kita bisa berpindah dari sona orange ke zona kuning. Semua atas kerja keras kita bersama baik pejabat struktural maupun pelaksana, yang tergabung di satgas maupun yang berada di tugas-tugas kemasyarakatan kesehatan untuk memberikan atensi kepada masyarakat, kemudian juga bagi Ibu Kadis kesehatan dan seluruh jajarannya, kepala Kepala Puskesmas yang tidak pernah berhenti bekerja dan tidak pernah lelah melayani masyarakat," ucapnya antusias.

Perpindahan dari zona orange ke zona kuning menurutnya tidaklah mudah. "Semua tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu banyak upaya. 

Walaupun tingkat penyebaran sudah dapat kita kendalikan, tetapi persepsi publik tentang covid,  yang harus di tingkatkan melalui sosialisasi.

Ambil contoh jika orang sakit, dia takut ke rumah sakit karena dipikirannya pasti mati. Lebih baik tinggal saja di rumah, namun yang lebih parah jika penyakit tersebut tidak diobati bahkan menjadi kronis barulah ada kesadaran ke rumah sakit. Antisipasi seperti itu sudah terlambat, sebaliknya itu menyebabkan tingkat kematian semakin tinggi," jelasnya.

Karena itu, lanjutnya, perlu ada langkah juga dari Pmeerintah Desa, Negeri maupun Kelurahan untuk membeikan sosialisasi kepada warganya.

"Jika ada warga yang sakit, harus diinformasikan lebih awal paling tidak ke puskesmas terdekat sehingga bisa diperiksa sehingga kemungkinan terkonfirmasi Covid dapat segera diketahui. Puji Tuhan jika ada yang meninggal bukan karena Covid itu tidak mempengaruhi skor. Sebab walaupun kita eliminir sekecil apapun tingkat penyebaran Covid, namun jika tingkat kematian tinggi, tetap berpengaruh terhadap skor penentu zona," imbuhnya.

Pergantian zona akan mempengaruhi perekonomian masyarakat. "Itu sudah pasti, karena itu saya meminta perhatian masyarakat agar jangan lengah. Setidaknya saling membantu akan memudahkan kita beranjak pada zona hijau sehingga perekonomian masyarakt bisa bergeliat dengan baik kembali. Perlu diingat juga Kota Ambon adalah Capital City atau Ibukota Provinsi yang berperan sebagai Pusat Pemerintahan, Pusat Perekonomian, Pusat Keamanan, bahkan sebagai Pintu Masuk ke Maluku karena itu harus menjadi perhatian kita bersama," tutupnya. (MT-01).


Ambon,MollucasTimes.com-Dalam upaya mencegah meningkatnya kerumunan masyarakat di tempat umum seperti pusat perbelanjaan Satgas Covid-19 Kota Ambon tetap melakukan pengamanan pencegahan.

Demikian Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, SH disela apel pagi kemarin Selasa 11/05/2021.

"Meningkatknya kerumunan jelas akan terasa pada H-2 dan ini harus kita upayakan untuk tidak terjadi kerumunan yang berlebihan. Memang betul tidak dilarang untuk berbelanja, namun harus memperhatikan dampak bagi masyarakat sehingga perlu diatur sebaik mungkin," akunya.

Untuk itu, lanjutnya, akan ditempatkan posko di sejumlah titik. "Posko ini ditempatkan agar kita dapat memantau dengan baik kondisi dan situasi kemudian juga masyarakat bisa melaporkan jika terjadi sesuatu di lokasi," timpalnya.

Upaya tersebut menurutnya harus didukung dengan tinjauan langsung ke lokasi. "Kita akan bergerak untuk meninjau langsung guna mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati beraktivitas di pusat perbelanjaan tu tempat umum lainnya," tandas ayah lima anak ini.

Selain masyarakat, orang nomor satu di Kota Ambon ini juga mengingatkan agar Aparatur sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Ambon menjadi contoh dengan tidak menggelar Open House saat Idul Fitri nanti.

"Peringatan ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat yaitu Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN RB, aar tidak dilakukan Open House saat Lebaran. ASN harus menjadi contoh bai masyarakat. Sementara untuk mengucapkan Selamat Idul Fitri masih aman jika dilakukan melalui zoom, pesan singkat di HP, Whatsapp dan sebagainya," tegasnya.

Dirinya berharap seluruh masyarakat Kota Ambon termasuk ASN lingkup Pemeintah Kota Ambon sama-sama menjaga ketentraman, ketertiban, kenyamanan, mengikuti protokol kesehatan masa pandemi.

"Semua itu kita lakukan bagi kebaikan bersama, sehingga saya minta agar kita semua memperhatikan hal ini dengan bijak dan penuh tanggungjawab dan terus berdoa agar pandemi ini cepat berlalu," tutupnya. (MT-01)


Ambon,MollucasTimes.com-Persidangan perkara gugatan warga negara (citizen law-suit actio papularis) oleh Milano Maitimu, SH, M.Si terhadap Pemerintah Kota Ambon masih berlanjut dengan agenda repliek terhadap eksepsi dan jawaban pokok perkara para tergugat, pada 03 Mei 2021.

"Pada intinya, saya menolak eksepsi yang telah diajukan oleh tergugat satu yaitu Pemerintah Kota Ambon dalam hal ini Bapak Wali Kota Ambon, sebab menurut saya eksepsi yang diajukan tidak beralasan menurut hukum apalagi eksepsi tergugat sudah menyentuh pokok perkara dan tidak dibenarkan. Karena itu, saya meminta agar Majelis Hakim memberikan putusan untuk menerima keseluruhan jawaban yang telah saya berikan. Dan selanjutnya saya menolak eksespi tergugat untuk keseluruhannya," tandas Milano.

Maitimu dalam replieknya juga menyampaikan beberapa keberatan atas jawaban para tergugat diantarannya tergugat juga telah mengakui bahwa gugatan warga negara adalah gugatan yang penggugatnya tidak harus sebagai pihak yang dirugikan secara langsung oleh tindakan pemerintah, melainkan penggugat dalam gugatan warga negara daat melakukan gugatan untuk membela kepentingan orang lain (masyarakat).

"Selanjutnya, saya berpendapat bahwa tergugat mungkin telah keliru memahami tentang pedoman penyelesaian sengketa tindakan pemerintahan dan kewenangan mengadili perbuatan melawan hukum oleh badan dan atau pejabat pemerintahan. Sebab dalam PERMA Nomor 2 tahun 2019 pasal 11 tidak dapat dipisahkan  tetapi menjadi suatu kesatuan dengan PERMA Nomor 8 tahun 2017 tentang pedoman beracara untuk memperoleh putusan atas penerimaan permohonan guna mendapatkan keputusan dan atau tindakan badan atau pejabat pemerintahan. Sehingga hal ini berbeda dengan gugatan warga negara yang objek sengketanya menyangkut kepentingan banyak orang atau kepentingan kelompok. Gugatan warga negara adalah domain kewenangan pengadilan umum bukan kewenangan pengadilan tata usaha negara," jelas sulung dari (alm) Petronela Maitimu ini.

Menurutnya hal lain bahwa Majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo ini sebelumnya telah menetapkan bahwa gugatannya sah berformat gugatan warga negara.

"Majelis hakim telah menyatakan hal tesebut sehingga bagi saya klaim bahwa gugatan saya tidak sah berformat gugatan warga negara adalah tidak berdasar. Bagaimana tergugat gagal membedakan syarat formil gugatan biasa dengan syarat formil gugatan warga negara. Hal ini dapat terlihat dalam Keputusan Mahkamah Agung tahun 2013 tentang pemberlakuan pedoman penanganan perkara lingkungan hidup, yang didalamnya tidak ansi menyangkut lingkungan hidup. Karena itu, tergugat satu harus mengetahui bahwa tidak semuanya perbuatan melawan hukum pemerintah adalah kompetensi pengadilan tata usaha negara," rincinya.

Sementara untuk tergugat II (Penjabat Pemerintah Negeri Passo) dan III (Saniri Negeri Passo), dirinya menyatakan bahwa bantahan penggugat telah gugur dengan sendirinya karena gugatan telah ditetapkan sebagai gugatan warga neara pada 10 Maret 2021 lalu oleh Majelis hakim.

"Dalam eksepsi tidak diperkenankan untuk menyentuh pokok perkara melainkan hanya ditujukan kepada aspek formil, namun tergugat II dan III telah menyinggung pokok perkara sehingga eksepsi tergugat II dan III harus dinyatakan tidak layak dan harus ditolak. Karena itu saya meminta kepada Majelis hakim untuk menerima keseluruhan jawaban saya, menyatakan eksepsi tergugat II dan III tidak beralasan menurut hukum, menyatakan Pengadilan Negeri Ambon tidak bewenang memeriksa dan mengadili perkara a quo, menolak seluruhnya jawaban tergugat dan mengabulkan gugatan saya sebaai penggugat seutuhnya," tegas Milano.

Sidang yang dipimpin Juliana Wattimury, SH tersebut ditunda hingga tanggal 10 Mei 2021 dengan agenda mendengar jawaban tergugat atas repliek penggugat. (MT-01)


Ambon,Mollucastimes.com-Pemerintah Kota Ambon menghimbau bagi para distributor bahan pangan untuk tidak menimbun barang di gudang, karena ini akan mempengaruhi inflasi.

Demikian Sekertaris Kota Ambon, A.G Latuheru, SH, M.Si, MH, Rabu 28/04/2021.

"Penimbunan barang di gudang akan sangat mempengaruhi inflasi, karena itu kami menghimbau agar para distributor berpartisipasi dalam kegiatan pasar murah. Sebab tujuan digelarnya pasar murah adalah untuk mengendalikan inflasi daerah," demikian Latuheru.

Diungkapkan terkendalinya harga komoditi pangan juga dipengaruhi faktor larangan kegiatan buka puasa secara massal oleh pemerintah. 

“Larangan pemerintah untuk tidak laksanakan buka puasa secara massal juga mempengaruhi kestabilan harga, karena permintaan tidak melebihi ketersediaan pangan yang ada,” ungkapnya.

dok.mediaindoenesia.com
Karena itu, lanjutnya, antisipasi ketersediaan pangan terus diintensifkan hingga H-4 Lebaran. 

"Mengapa demikian?  karena permintaan akan melonjak terutama untuk daging Sapi maupun Ayam. Karena itulah kami meminta agar masyarakat mengelola ekspektasi dan tidak berlebihan dalam berbelanja barang kebutuhan, namun hal tersebut nantinya tergantung dari kemampuan finansial masyarakat. Selain itu juga pelaku–pelaku usaha untuk tidak terlambat dalam pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), karena jika terlambat dibayar pasti terjadi penumpukan masyarakat yang berbelanja di pasar,” tandasnya.

Walaupun demikian Pemerintah Kota Ambon memastikan stok bahan pangan masih mencukupi hingga usai Lebaran 2021. 

“Kondisi bahan pangan masih aman dan ketersediaannya masih cukup hingga usai lebaran. Hal ini dipastikan karena Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ambon, telah melakukan rapat koordinasi untuk antisipasi kenaikan harga komoditi jelang lebaran tahun ini. Untuk harga komoditi pangan masih bisa dikendalikan, harga sayur mayur masih terjangkau, begitu juga dengan ikan, telur, dan daging," rincinya.

Untuk diketahui, pada Maret 2021 Ambon mengalami inflasi 0,38 persen, dengan beberapa komoditas yang menjadi penyumbang inflasi yakni cabe, ikan tongkol, dan sekolah SMA. Sedangkan Hasil pemantuan harga barang di pasar Mardika dan pasar Gotong Royong, pada minggu ketiga bulan April 2021, ada beberapa harga komoditi meningkat yakni cabe rawit, daging ayam, dan telur. (MT-01)



 

Ok

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget