0
Edwin Adrian Huwae akhirnya resmi menjabat Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) perhimpunan anak negeri Jazirah Leihitu (Hena Hetu) Periode 2016-2021, setelah dikukuhkan dan diambil sumpah oleh ketua Upununu Hena Hetu, Karel Albert Ralahalu, yang berlangsung di negeri Larike, Jazirah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (30/5).
Pengukuhan Pengurus DPP Hena Hitu oleh Ketua Upununu Hena Hitu, Karel Albert Rahalalu
Ambon, Tribun-Maluku.com : Edwin Adrian Huwae akhirnya resmi menjabat Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) perhimpunan anak negeri Jazirah Leihitu (Hena Hetu) Periode 2016-2021, setelah dikukuhkan dan diambil sumpah oleh ketua Upununu Hena Hetu, Karel Albert Ralahalu, yang berlangsung di negeri Larike, Jazirah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (30/5).

Ketua Upununu Hena Hetu, Karel Albert Ralahalu, dalam sambutannya, mengatakan kepengurusan Henat Hetu yang diketuai Edwin Huwae mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berat untuk menjadikan jazirah leihitu yang lebih baik lagi.

"Untuk itu, kepengurusan Hena Hetu dapat menjalakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat yang ada di Jazirah Lehitu," ujarnya.

Ralahalu menitipkan pesan yang menjadi tanggung jawab dan perhatian dari pengurus Hena Hitu dan Pemerintah, yakni pertama percepatan pemekaran Jazirah Leihitu menjadi Daerah Otonom Baru (DOB).

Untuk itu, pengurus Hena Hetu dapat membicarakan hal ini bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang sampai saat ini belum memberikan rekomendasi, padahal Gubernur selaku wakil Pemerintah Pusat di daerah sudah memberikan rekomendasi untuk pemekaran jazirah Leihitu.

"Yang kedua, harus ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dalam menyelesaikan persoalan bentrok baik itu antara Negeri Larike – Wakasihu , Negeri Lima – Ureng, Negeri Lima Seith," katanya.

Ralahalu katakan, untuk yang ketiga, ada beberapa negeri di Jazirah Leihitu dan Leihitu barat yang sampai saat ini belum memiliki Raja defenitif, yaitu Hitumesing, Negeri Lima, Asilulu, dan Liliboy. Untuk itu, hal ini harus menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, untuk menetapkan Raja definitif.

Selanjutnya yang keempat, yaitu adanya perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Pusat melihat jalan lingkar morela-liang yang sampai saat ini masih dalam kondisi hancur lembur. Hal ini disebabkan karena birokrasi yang ada di Pemerintah Kabupaten Malteng amburadul, dimana ada banyak pejabat yang merangkap jabatan.

"Kiranya semua ini dapat disikapi oleh Pemprov Maluku dan Pempus, sehingga semua persoalan dapat teratasi," ucapnya.

Menyikapi hal ini, Gubernur Maluku Said Assagaff dalam sambutannya, mengungkapkan akan menindaklanjuti apa yang disampaikan Ketua Upununu Hena Hetu Karel Albert Ralahalu.

"Saya juga akan mendorong agar ada orang jazirah leihitu menjadi Wakil Gubernur bahkan Gubernur Maluku," ucapnya.

Dirinya berharap kepengurusan Hena Hetu yang baru dilantik dapat menjalankan tugasnya dengan baik, dalam membawa Jazirah Leihitu yang lebih baik lagi.

Sementara itu, Ketua Hena Hetu Edwin Adrian Huwae, mengungkapkan masyarakat jazirah adalah masyarakat yang solid.

Ketua DPP Hena Hitu, Edwin Adrian Huwae saat memberikan sambutan
Untuk itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat Jazirah untuk bergandeng tangan, bersatu padu dalam membangun Jazirah lebih baik lagi. Dan bisa menjadi Daerah Otonom Baru.

"Mari kita dorong bersama-sama satukan tekat agar jazirah menjadi garda terdepan pembangunan Maluku," ajaknya.

Posting KomentarBlogger

 
Top