0

Ambon,Mollucastimes.Com- Solidaritas Perempuan Maluku yang tergabung dalam PKK Kota Ambon, Yayasan LAPPAN, dan Lembaga Swadaya Masyarakat, mendesak Dewan Perwakilan Rakyat RI mengesahkan Rancangan Undang Undang (RUU) Tentang Penghapusan Kekerasan Seksual.  

Desakan itu disampaikan kepada Anggota komisi VII DPR RI dapil Maluku, Mercy Barends di area tugu Martha Christina Tiahahu, karang panjang, Kota Ambon, Sabtu (14/5). Aksi itu merupakan aksi sosialisasi sekaligus penyampaian dan penyerahan petisi kepada pemerintah RI yang diwakili oleh srikandi asal partai PDIP itu. Dalam petisi tersebut Aksi Solidaritas Perempuan menyampaikan beberapa hal yang menjadi alasan mengapa RUU  Penghapusan Kekerasan Seksual ini harus segera disahkan. Salah satunya bertujuan untuk melindungi perempuan-perempuan Indonesia di kemudian hari. 

Menyikapi desakan Aksi Solidaritas Perempuan Maluku, Barends menegaskan bahwa petisi itu adalah rahim perempuan Indonesia.

 “Petisi ini adalah rahim perempuan Indonesia dan jejak-jejak kehidupan perempuan Indonesia. Untuk itu sebagai wakil rakyat dari Maluku, saya akan mengawal petisi ini demi kepentingan perempuan Indonesia, tentu saja juga dengan dukungan dan kawalan dari 100 lebih anggota DPR RI dan semua perempuan yang ada di DPR, “ katanya.  

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Badan Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan Provinsi Maluku, Ir. Sadli dalam sambutannya. 

Sadli menyampaikan bahwa tugu Christina ini menjadi saksi bisu yayasan LAPPAN di Wilayah Timur Indonesia dan perempuan-perempuan Maluku menyuarakan keresahan hatinya, agar para pelaku kekerasan seksual mendapatkan hukuman yang luar biasa atau hukuman yang seberat-beratnya, tidak dengan hukuman noralet lagi, dengan maksud agar ada efek jera bagi para pelaku. 

Kegiatan aksi solidaritas perempuan Maluku itu ditutup dengan pembakaran obor dan lilin serta menandatangani kain putih panjang sebagai bentuk dukungan perempuan Maluku terhadap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. (Mg-01)

Posting KomentarBlogger

 
Top