0

Saparua, Mollucastimes.Com- Prosesi pengambilan api obor Pattimura di Gunung Saniri oleh Upulatu beserta staf desa se-Pulau Saparua di gelar, Sabtu,(14/5/2016).  Prosesi pembuatan dan pengambilan api di puncak tertinggi tersebut di mulai pada pukul 15:00 WIT, dan berakhir dengan diiringi tarian perang asal Maluku Cakalele, oleh ratusan pemuda yang bertelanjang dada menuju kawasan Waisisil, Kec.Saparua, Kab. Maluku Tengah pada pukul 17:30 WIT. 

Pejabat Desa Tiouw, A. Pietrsz  yang ditemui media ini di kediamannya mengatakan prosesi peringatan hari pahlawan Nasional asal Maluku tersebut dipimpin oleh Raja Negeri Tuhaha dan saniri negerinya (dewan adat) di saksikan oleh seluruh Latupati se-pulau Saparua. 

"Selama ini prosesi tahunan ini Dewan Saniri Desa Tuhaha yang menyelenggarakan prosesi itu, karena Gunung Saniri merupakan wilayah petuanan Desa Tuhaha" tandas pejabat yang baru di lantik dua bulan lalu itu. 

Lanjutnya, Para raja dan kepala adat yang mengikuti prosesi tersebut, mengenakan pakaian tradisional yang didominasi warna merah dan hitam, begitu juga sebagian besar masyarakat Pulau Saparua. 

Pietersz menambahkan, Obor Pattimura yang telah dinyalakan dipajang di  Waisisil, Saparua, untuk kemudian diadakan acara adat pada puncak perayaan hari Pattimura, Minggu (15/5/2016).  Acara peringatan hari Pattimura akan dilaksanakan upacara bersama seluruh Upulatu-Latu Pati se-Provinsi Maluku, Muspida dan rombongan Gubernur Maluku di lapangan Merdeka Saparua, Kab. Maluku Tengah. 

“Rangkaian kegiatan menyongsong Peringatan Hari Pattimura telah dilakukan di Saparua, di antaranya, Lomba gerak jalan cepat, lari maraton 10 Km, lomba dayung ( perahu belang )” tutup Pietersz. (MT-04)

Posting KomentarBlogger

 
Top