0
Jakarta, MollucasTimes.Com-Pada dasarnya, perempuan telah lebih dulu menggeluti  dunia politik sebab politik berhubungan erat dengan kehidupan tiap hari.

Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Kehormatan Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI), Ani Yudhoyono saat membuka secara resmi Kursus Politik Perempuan PDRI, Selasa 28/03/18  di Jakarta.

Yudhoyono memberikan contoh bagaimana peran perempuan dalam dunia politik berawal dari dalam keluarga.

“Keluarga atau rumah tangga merupakan salah satu contoh, dimana ada  peran dan tanggungjawab masing-masing anggota keluarga yang harus dihormati. Dalam mengambil sebuah keputusan, perempuan (ibu) dapat memberikan masukan maupun pendapatnya, sehingga secara tidak langsung perempuan telah terlibat dalam proses politik dalam keluarga,” jelasnya.

Dikatakannya, politik berorientasi kepentingan, kekuasaan, siasat namun harus dilakukan dengan cara yang patut tanpa meninggalkan etika  serta nilai moral.

Selama ini, lanjutnya,  keterlibatan dan partisipasi perempuan dalam dunia politik masih minim akibat adanya budaya paternalistik serta hambatan psikologis.

“Sebab itu, kita harus mendorong perempuan  untuk meningkatkan partisipasinya dalam dunia politik. Dengan adanya affirmative action atau keterwakilan perempuan  sebesar30% di parlemen, diharapkan jumlah perempuan dengan potensi untuk terlibat dalam politik makin meningkat,” paparnya.

Diakuinya berdasarkan data sejak 1999, keterwakilan perempuan di legislative menunjukkan peningkatan dimana partisipasi perempuan dari jumlah  9% naik menjadi 11.24% pada 2004. Tahun 2009 meningkat 18,21% walaupun pada 2014 terjadi penurunan hingga 17,6%.

“Oleh sebab itu, sesuai UU nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilu, keterwakilan perempuan harus berada pada kisaran 30%, maka mau tidak mau, suka atau tidak, perempuan harus bergerak maju. Perempuan harus bisa bersaing dengan kaum lelaki sehingga nantinya dapat mencukupi kuota tersebut,” jelas mantan ibu negara yang ayu ini.

Menurut Yudhoyono, PDRI memiliki kewenangan mendorong kaum perempuan untuk terjun ke politik lewat persiapan yang matang.

“Salah satunya melalui Kursus Politik dengan tema ‘Strategi Perempuan Demokrat Memenangkan Pemilu 2019’  ini akan memberikan pengetahuan kepada perempuan PDRI  diantaranya  terkait dan visi misi, kapasitas, elektabilitas bahkan tag line Partai Demokrat.  Sehingga dengan demikian perempuan memahami serta tidak ragu untuk berpartisipasi dalam dunia politik,” ulasnya.

Bahkan lebih jauh dikatakan perempuan calon legislative  harus mampu menjual keunggulan yang telah dilakukan oleh Demokrat selama SBY menjabat sebagai presiden.

“Sosialisasikan kepada masyarakat jika Partai Demokrat kembali diberikan kepercayaan memegang pemerintahan, maka semua program yang telah membantu masyarakat seperti dana BOS, Jamkesmas, Program Keluarga Harapan, Peningkatan gaji PNS, Guru TNI, Polri dan purnawirawan,  kemudian PNPM Mandiri, KUR serta lainnya akan ditingkatkan kembali. Bahkan yang tak kalah penting adalah sosialisasi nomor 14  yang merupakan nomor Partai Demokrat,” timpalnya.

Ditambahkan,  tiga tag line yang diusung Partai Demokrat  yang selalu harus dikumandangkan yaitu Demokrat peduli, serap aspirasi dan beri solusi. Yang sudah baik lanjutkan, yang belum baik perbaiki. Yang penting negara adil dan rakyat sejahtera.

“Dengan demikian maka Partai Demokrat S14P sukseskan Pilkada 2018, Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019,” pungkasnya. (MT-01)

Posting KomentarBlogger

 
Top