0
Ambon,mollucastimes.com-Guna melaksanakan fungsi pengawasan, Komisi I DPRD Kota Ambon berjanji akan melakukan pertemuan bersama Kepala Dinas Pariwisata untuk mengevaluasi kunjungan kerjasama Pemerintah Kota Ambon ke Kota Darwin yang melibatkan sekitar 35 orang.

Demikian dikatakan Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Juliana Pattipeilohy, di Baileo Rakyat Belakang Soya, Kamis 01/08/19

"Ini fungsi pengawasan yang harus Legislatif lakukan untuk mengevaluasi setiap kebijakan Pemeritah Kota Ambon sebagai Eksekutif. Hal mana terkhusus kunjungan kerjasama Pemerintah Kota Ambon ke Darwin dengan membawa sekitar 35 orang. Bagi kami ini merupakan sikap pemborosan anggaran daerah," paparnya.

Karena itu, lanjutnya, sekembalinya rombongan dari Darwin, Komisi I akan melakukan evaluasi.

"Kebetulan sekali, Komisi I ini bermitra dengan Dinas Pariwisata sehingga kami akan melakukan evaluasi terhadap program kerjasama tersebut setelah rombongan kembali. Yang  kami herankan, jika ini terkait dengan hubungan Sister City dengan Darwin, bisa saja beberapa orang yang mewakili. Karena sampai dengan 35 orang artinya ada pengeluaran yang cukup besar. Padahal kita semua tahu, APBD Kota Ambon hanya 1,2 trilyun rupiah. Dikhawatirkan pengeluaran akan lebih besar dari pemasukan," tegasnya.

Menurut politisi PKPI ini, pengeluaran yang begitu besar merupakan pemborosan anggaran. Bahkan lanjutnya, pihaknya juga akan mempertanyakan kinerja Kepala Dinas Pariwisata yang lebih anteng ke luar daerah bahkan ke luar negeri daripada membahas persoalan pariwisarta bersama Legislatif.

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi I lainnya, Ary Sahertian.

"Sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Rico Hayat juga harus dievaluasi. Kami akan menyuratinya untuk segera setelah kembali dari Darwin memberikan penjelasan sebab beberapa kali Hayat disurati untuk menghadiri pembahasan resmi terkait pariwisata di Kota Ambon termasuk perhelatan Spice Islands Darwin Ambon Yacth Race (SIDAYR) yang akan digelar pekan depan, tetapi selalu diwakilkan," jelasnya.

Dengan evaluasi yang akan dilakukan, lanjutnya, akan diketahui sejauhmana keberhasilan yang telah diraih oleh Dinas Pariwisata Kota Ambon.

“Dari sisi tanggung jawab komisi itu akan evaluasi, tapi Kadis Pariwisata ini lebih suka tour ke luar daerah dan luar negeri. Tidak tahu kerjanya apa. Kita tidak melarang, yang penting sasarannya bagaimana pengembangan kota Ambon sesuai fungsinya sebagai Kadis Pariwisata. Jangan asal tour saja,” tegasnya.

Diakui Sahertian, Selama ini Komisi I tidak pernah tahu soal kerjasama Ambon Darwin itu seperti apa. "Karena tidak pernah disampaikan oleh Kadis Pariwisata sendiri. Bahkan rencana pengembangan pariwisata jelang Visit Ambon saja tidak pernah disampaikan. Sehingga kita akan buat pengawasan khusus pada kadis pariwisata,” beber dia.

Menurutnya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Ambon harus dapat melihat skala perioritas untuk mempercantik kota Ambon. Dan bukan sekedar hanya jalan-jalan ke luar daerah dan luar negeri.

“Selaku mitra, dalam waktu dekat akan kita evaluasi soal Ambon Darwin. Evaluasi khusus akan kita lakukan ke kadis pariwisata. Termasuk membahas soal rencana pariwisata. Karena yang dilakukan ini menurut kita di komisi adalah pemborosan anggaran daerah,” tutup Sahertian. (MT-01)

Posting KomentarBlogger

 
Top