0
Ambon,mollucastimes.com-Dalam upaya menanggapi isu lingkungan khususnya sampah plastik yang mengancam hidup manusia, Kota Ambon harus membenahi diri mempedulikan lingkungan lewat Jumpa Berlian

Demikian ketegasan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy SH, di sela Aksi Bersih Laut di Pantai Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon hasil kerjasama dengan Pandu Laut Nusantara, Minggu 18/08/19.

Louhenapessy mengatakan, mengatasi masalah sampah bukanlah sesuatu yang mudah.

"Persoalannya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan yang perlu ditingkatkan. Walaupun demikian mengedukasi serta memberikan pemahaman sehingga masyarakat menyadari tentang pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat, tidak seperti membalikan telapak tangan. Namun, semua berpulang pada pribadi dan individu. Jika sadar bahwa sampah mengancam hidup, maka harus ada langkah yang diambil sehingga tidak menimbulkan kerugian di masa yang akan datang," tandas lelaki berkumis ini.

Disisi Pemerintah, lanjutnya, pihaknya terus melakukan pembenahan melalui kegiatan Jumpa Berlian.

"Jumat Pagi Bersihkan Lingkungan (Jumpa Berlian) merupakan media untuk mengedukasi masyarakat tentang menjaga kebersihan lingkungan. Saya sangat mengharapkan Jumpa Berlian menjadi motovasi bagi masyarakat untuk senantiasa memperhatikan lingkungan masing-masing," paparnya

Untuk Kota Ambon sendiri, lanjutnya, sampah plastik yang ditemukan lebih banyak di laut.

"Saya tidak memungkiri sampah kita di Kota Ambon juga lebih banyak ditemukan di laut. Karena itu, kegiatan yang diinisiasi Kementerian Perikanan dan Kelautan lewat  Pandu Laut Nusantara yaitu Aksi Bersih Laut  ini sangat penting dilakukan dimana melibatkan masyarakat, para penggiat lingkungan dan pecinta laut. Yakinlah bahwa upaya yang kita kerjakan hari ini akan memberikan dampak bagi kelangsungan hidup anak cucu di masa depan," jelas Louhenapessy.

Louhenapessy mengatakan, mengatasi masalah sampah bukanlah sesuatu yang mudah.

"Persoalannya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan yang perlu ditingkatkan. Walaupun demikian mengedukasi serta memberikan pemahaman sehingga masyarakat menyadari tentang pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat, tidak seperti membalikan telapak tangan. Namun, semua berpulang pada pribadi dan individu. Jika sadar bahwa sampah mengancam hidup, maka harus ada langkah yang diambil sehingga tidak menimbulkan kerugian di masa yang akan datang," tandas lelaki berkumis ini.

Isu lingkungan menjadi masalah utama bukan saja bagi Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat tetapi menjadi isu Internasional.

"Kita, Indonesia merupkan negara penghasil sampah plastik kedua terbanyak di dunia. Ini merupakan ancaman secara global, sebab itu kita harus bergerak cepat yang dimulai dari diri sendiri, kota sendiri. Kegerakkan yang kita lakukan niscaya akan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia," paparnya.

kegiatan ini diikuti oleh TNI/POLRI dan komunitas serta masyarakat peduli lingkungan dan pecinta laut, antara lain Denzipur-5/CMG, Lantamal IX, Lanud, DWP-PPN, PSDKP Ambon, PRL, The Mulung, HKN Ambon, Trash Hero Ambon, Green Mollucas (Fasilitator), dan BKIPM. (MT-01)

Posting KomentarBlogger

 
Top