0
Jakarta,mollucastimes.com-Dinilai berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan sesuai prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan sehingga mampu memperbaiki kualitas lingkungan hidup, membawa Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy SH, menjadi salah satu calon penerima anugerah Tantra tahun 2019 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Hal tersebut diakui Louhenapessy saat presentasi dihadapan penguji dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kamis 15/08/19.

"Bagi saya masalah lingkungan sangat penting karena itu tertuang dalam visi dan misi Pemerintah Kota Ambon salah satunya Ambon yang harmonis baik hubungan sosial dengan sesama maupun dengan lingkungan dengn program prioritas adalah Ambon yang bersih, sehingga telah menjadi komitmen Pemerintah Kota Ambon dan masyarakat," akunya.

Dikatakan, isu lingkungan yang ditetapkan oleh Kementerian LHK diantaranya tata kelola lahan, kualitas air, kualitas udara, resiko bencana, perkotaan dan tata kelola.

"Tata kelola lahan harus diperhatikan sedemikian karena kepadatan penduduk diakibatkan  pertumbuhan penduduk mengalami peningkatan dari tahun ke tahun akibat migrasi penduduk dan perubahan penggunaan lahan. Karena itu, kawasan lindung berdasarkan RT/RW, tutupan lahan, dan dampaknya yang berpotensi besar terhadap sumber daya air perlu diperhatikan lewat
penghijauan, reklamasi pantai, penanaman mangrove," urainya.

Isu kualitas air, menurutnya berdampak dari kondisi konflik sosial yang mengakibatkan segregasi kependudukan dan kepemilikan. "Bagaimana kawasan yang rentan hunian tetap dihuni mengakibatkan timbulnya pemukiman baru sehingga berdampak pada masalah sampah maupun kualitas air di kawasan tersebut," katanya.

Sedangkan kualitas udara yang dimiliki Kota Ambon sangat baik. "Ambon merupakan Kota dengan tingkat udara terbaik di Indonesia. Karena kita tidak memiliki kawasan industri. Walaupun disisi lain, jumlah kendaraan mobil maupun motor yang ada di Kota Ambon berdampak pada polusi dan kualitas udara.

"Berdasarkan hal tersebut, saya mencoba merumuskan isu prioritas  yang diawali dengan tahapan persiapan dengan membentuk tim tenaga pakar untuk merumuskan isu utama lewat Forum Group Discussion (FGD) serta peningkatan kapasitas aparatur  serta operasi penegakkan perda. Isu-isu kualitas lingkungan yang dikaji diantaranya alih fungsi lahan, pengalihan pembangunan rumah di kawasan rawan bencana, penanganan sampah, penegakan hukum dalam pengelolaan lingkungan hidup yang belum maksimal. Kami selalu berkoordinasi dengan OPD terkait bahkan  DPRD Kota Ambon," jelasnya.

Louhenapessy menambahkan, sejumlah inovasi telah dilakukan dalam rangka isu lingkungan. "Ada sekitar 48 Award yang telah diperoleh Pemerintah Kota Ambon, sementara  untuk inovasi yang telah dilakukan diantaranya SIMANTAP (Sistem Marinyo Tabaos), SIMPAPEDA (Sistem Informasi Manajemen Pengendalian dan Pengawasan Peraturan Daerah), TAGOR (Tabaos Got Kotor), serta SMART FISHING salah satu website Dinas Penanggulangan Bencana untuk Sistem Informasi Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pasca Bencana.

Sementara itu, Louhenapessy diuji dihadapan 4 (empat) penguji dari Kementerian LHK yaitu Profesor Lilik Budi P, Profesor Hariadi K, Chalid M dan Brigitta Isworo. (MT-01)

Posting KomentarBlogger

 
Top