0
Ambon,mollucastimes.com-Dalam upaya terus berproses sebagai Kota Layak Anak, Pemerintah Kota Ambon berinisiatif memberikan perhatian khususnya kepada siswa yang kurang mampu, lewat uang jajan atau uang saku.

Demikian Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, SH di sela Bimbingan Teknis Implementasi Gerakan Menuju 100 Smart City Kota Ambon Tahap ke-2, di Balai Kota Ambon, Kamis 01/08/19.

"Hal ini sebagai ungkapan perhatian kita terhadap siswa yang kurang mampu. Sebab kenyataan di sekolah, biasanya hanya siswa yang orang tuanya pejabat daerah, pengusaha maupun pegawai negeri yang bisa jajan. Sementara siswa yang kurang mampu, hanya melihat teman-temannya jajan di kantin sekolah," akunya.

Menurut Louhenapessy, kondisi yang tercipta itu dari segi psikologi sering kali menanamkan benih dendam bahkan kebencian terhadap orang lain maupun terhadap diri sendiri.

"Dendam dengan teman karena mungkin jajan tidak dibagi, bisa juga benci dengan diri sendiri karena menyesali hidup di tengah keluarga yang tidak mampu. Ini realita yang harus kita pikirkan bersama penyelesaiannya. Sebab, jika dibiarkan maka keadaan akan membawa anak-anak kita tidak lagi memiliki mimpi meraih masa depan dan cita-cita karena sudah dibayangi dengan kehidupan ekonomi yang tidak pasti. Anak-anak harus hidup ceria, tanpa ada yang membebani hidup mereka," paparnya.

Dikatakan, nominal uang jajan atau uang saku tersebut akan diperhitungkan besarannya.

"Kebijakan besarnya uang jajan tersebut tergantung hasil konsultasi bersama. Bisa saja uang jajan diberikan dalam bentuk Tabungan yang dikelola oleh guru masing-masing. Namun yang terpenting harus diberikan bagi siswa yang memang benar-benar kurang mampu dari segi ekonomi. Sebab pada umumnya, saat pendaftaran sekolah tidak ada yang mengaku dari keluarga kurang mampu. Sebaliknya jika ada bantuan kepada siswa, maka banyak yang menyatakan diri tidak mampu," ucapnya disambut gelak tawa peserta Bimtek.

Karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Ambon akan membuat regulasi maupun indikator penerima uang jajan tersebut. "Hal ini dilakukan untuk menghindari siswa yang dari keluarga mampu mendapatkan uang jajan dimaksud," imbuhnya.

Dalam pembuatan regulasi, Pemerintah Kota Ambon dan DPRD Kota Ambon akan duduk secara bersama untuk membahasnya.

"Harus ada regulasi supaya tidak salah tujuan. Dengan demikian kita sudah menyelamatkan anak-anak yang kurang mampu untuk berpikir cerdas, memiliki semangat belajar tinggi, dan tidak merasa minder kalau mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu," tutup Louhenapessy. (MT-01)

Posting KomentarBlogger

 
Top