0
Ambon,mollucastimes.com-Dalam rangka mengembangkan program kepemimpinan kepada para peserta didik, Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy menerima kunjungan siswa siswi Sekolah Kristen Caritas Ambon didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Fahmy Salatalohy di Balai Kota Ambon, Rabu 21/08/19.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Sekolah Kristen Caritas lewat program kepemimpinan yang dimiliki. Dengan belajar tentang kepemimpinan, anak sejak usia dini sudah memiliki keberanian minimal untuk bertanya. Kondisi komunikatif yang tercipta dengan mereka sangat membanggakan. Seperti Maxie Tomasoa yang bertanya tentang apa saja tugas Wali Kota. Kemudian juga Rapha Siegers yang menanyakan apakah sulit menjadi Wali Kota. Ini pertanyaan sangat kritis bagi anak usia mereka. Saya sangat bangga dengan keberanian yang mereka punya," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Louhenapessy memberikan motivasi kepada siswa siswi Sekolah Kristen Caritas.

"Motivasi yang saya berikan kepada mereka bahwa jika ingin berhasil di kemudain hari, yang pertama adalah harus miliki sikap takut Tuhan, kemudian menghormati orang tua serta sayang terhadap saudara. Inilah yang menjadi fondasi bagi mereka untuk menggapai cita-cita," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Kristen Caritas, Vera Sjeane Waani S.Pd mengatakan, kegiatan anjangsana hari ini telah tersruktur dan terprogram dalam kurikulum.

"Dengan tema tentang karakter bangsa "Bersatu Manggurebe Maju", kami mencoba memberikan pembelajaran kepemimpinan secara langsung bertemu dengan Pak Wali Kota. Dan, hal ini disambut baik oleh Pak Wali Kota. Beliau dengan semangat memberikan motivasi bagaimana menjadi seorang pemimpin serta menjadi anak yang berprestasi di masa depan," jelas Vera.

Diakuinya, Wali Kota juga berterimaksih karena Sekolah Kristen Caritas mampu menterjemahkan harapan bangsa sekaligus harapan Presiden Joko Widodo yang membawa peserta didik menjadi pemimpin yang tangguh serta berkarakter.

Dikatakan Vera, ciri  khas Sekolah Kristen Caritas adalah Sekolah Kristen yang terstruktur dengan program belajar Kurikulum 13 terintergasi dalam Alkitab.

"Kurikulum 13 ini kita padukan dengan karakter bangsa yang sengaja dibuat maupun dari segi agama yang terstruktur sehingga menjadi satu kesatuan pendidikan yang harus dicapai oleh peserta didik. Sekolah Kriste Caritas ini bukan hanya menonjolkan slogan semata tetapi terpenting membawa peserta didik mengenal Tuhan," lugasnya.

Sekolah Kristen Caritas memulai kiprahnya pada 2009 lalu diakui mengalami pasang surut jumlah peserta didik tahun ke tahun.

"Walaupun demikian kami mensyukuri jumlah peserta didik yang ada saat ini yaitu 49 orang. Seberapapun mereka yang ada, kami tetap mengutamakan kualitas pendidikan yang baik sesuai dengan visi yaitu menjadikan murid seutuhnya dan misi secara intelektual, spritual serta emosional menjadi lebih baik untuk diterapkan dalam setiap pembelajaran," pungkasnya. (MT-01)

Posting KomentarBlogger

 
Top