0
Piru,mollucastimes.com-Dalam rangka memajukan sektor pariwisata, kapasitas sumber daya manusia  yang unggul dan berdaya saing harus ditingkatkan.

Demikian Asisten I Setda Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Ir. Z. Selanno di sela Pelatihan Pemandu Wisata Buatan DAK Non Fisik Bidang Pariwisata Tahun 2019, Sabtu 14/09/19.

"Pelatihan seperti ini harus diapresiasi sebab merupakan kolaborasi antara Dinas Pariwisata Provinsi Maluku dan Dinas Pariwisata kabupaten SBB," ungkap Selanno.

Dikatakan, industri pariwisata telah merajai ekonomi global pada semua aspek bahkan turut memberikan kontribusi yang signifikan bagi segmen pasar baik devisa negara, peningkatan rating profit pengusaha, komunitas usaha dan masyarakat.

"Bagi masyarakat sebenarnya kehadiran industri pariwisata membuka peluang usaha, lapangan pekerjaan, kesempatan kerja yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat, perbaikan dan peningkatan kesejahteraan hidup serta pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan," rincinya.

Sehubungan dengan Pramuwisata, menurutnya merupakan profesi dibidang kepariwisataan yang bernaung dibawah Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI).

"Istilah kerennya Tour Guide yang secara nasional dibawah Himpunan Pramuwisata Indonesia atau HPI. Peran serta fungsinya sangat menentukan pelayanan maupun informasi tentang kepariwisataan yang dibutuhkan oleh turis," tandasnya.

Dirinya mencontohkan dua kawasan wisata buatan yang dimiliki oleh Kabupaten SBB.

"Kawasan wisata buatan yang ada di Desa Lohiatala dan Dusun Waiselang harus terpublikasikan lewat Tour Guide. Kmeungkinan ada lagi lokasi wisata baru di Desa atau Dusun lain. Sehingga melalui Tour Guide ini kita berharap informasi tentang kawasan pariswisata di SBB dapat diketahui oleh turis baik lokal maupun mancanegara demi meningkatkan kunjungan wisatawan. Karenanya saya minta peserta mengikuti kegiatan ini dengan baik," jelas Selanno.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Pemkab SBB, J. M. Soukota.

"Selama ini kita belum memiliki pemandu wisata, karena profesi ini tidak semua orang mampu bergelut didalamnya.  Selain itu, fungsi serta peran harus dimengerti secara jelas. Nah, dengan kegiatan uyang kita lakukan untuk pertama kalinya di SBB, diharapkan mampu menghasilkan produk Pramuwisata yang siap pakai kedepan," paparnya.

Diakuinya, saat ini profesi Pemandu Wisata atau Tour Guide ini kurang diminati karena masih terbatasnya destinasi wisata yang ada.

"Walaupun demikian, kita siapkan saja dari sekarang tenaga-tenaga profesional ini sehingga kedepan kita tidak perlu lagi mengimpor pemandu wisata dari daerah lain untuk mengakomodir kebutuhan kepariwisataan di Kabupaten SBB yang kita cintai bersama," tutupnya.

Kegiatan tersebut dihadiri selain oleh Asisten I Setda Pemkab SBB Ir. Z. Selanno, Kepala Dinas Pariwisata SBB, J. Soukota; Perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, M. Wattimury, SE. M.Sc; Ketua HPI Maluku Aditya S. Retraubun, SE dan Pemandu Wisata Buatan serta Pengusaha di bidang Pariwisata.(MT-DP)


Posting KomentarBlogger

 
Top