0
Kunjungan Komisi I DPRD Kota Ambon ke BNPB RI, Jakarta Timur (07/11/19)
Jakarta,mollucastimes.com-Dalam rangka menyelesaikan salah satu fungsi dan tugas pokok DPRD yaitu pengawasan terhadap penanganan korban bencana gempa bumi yang melanda Pulau Ambon 26 September 2019 serta mitigasi bencana, Komisi I DPRD Kota Ambon melakukan kunjungan dan audensi ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Demikian diungkapkan Ketua DPRD Kota Ambon, Ely Toisuta, S.Sos di sela kunjungan Komisi I DPRD Kota Ambon, di Graha BNPB Jakarta Timur, Kamis 07/11/19.

"Sesuai dengan surat yang dikirim dari Sekertariat DPRD Kota Ambon No.172.5/286/DPRD/2019 tertanggal 01 November 2019, kunjungan kita kali ini adalah melakukan koordinasi serta konsultasi dengan BNPB RI sehubungan dengan penanganan korban bencana gempa bumi yang terjadi di Ambon," aku Toisuta.

Audensi bersama Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Bambang Surya Putra
Dalam pertemuan tersebut, Komisi I diterima Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Bambang Surya Putra bersama staf.

"Dalam pertemuan tersebut kita menyampaikan beberapa permintaan dan sekaligus mengkroscek bantuan yang diberikan melalui BPBD Kota Ambon. Dan pada intinya BNPB menyanggupi untuk membantu para pengungsi pasca gempa 26 September dan 10 November 2019," tandas Toisuta.

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Zeth Pormes, S.Sos kepada mollucas times usai kunjungan menjelaskan, bantuan untuk korban bencana gempa Ambon diklasifikasikan sesuai kerusakan rumah.

"BNPB menyanggupi untuk membantu penanganan korban gempa yang rumahnya mengalami kerusakan. Sesuai dengan Juknis mereka, maka kerusakan rumah diklasifikasikan atas tiga yaitu rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Kemudian BNPB juga telah memberikan bantuan alat pendeteksi gempa atau

Seismograf sebanyak 11 unit. Sedangkan alat pendeteksi atau alarm Tsunami akan diberikan sebanyak 2 unit yang ditempatkan di Kantor Pemerintah Kota Ambon dan Feri Galala. Tujuannnya adalah untuk mengetahui bilamana akan terjadi gempa yang berpotensi Tsunami, alarm akan berbunyi selama 5 detik untuk memberikan peringatan kepada masyarakat agar melakukan evakuasi mandiri," jelasnya.

BNPB terus upayakan bantuan bagi Kota Ambon
Ditambahkan, BNPB mengharapkan agar Pemerintah dan DPRD  Kota Ambon membangun jalur mitigasi di setiap Desa, Negeri dan Kelurahan mengingat Ambon rawan terjadi bencana.

"Maluku dan Kota Ambon adalah daerah yang secara presentase memiliki kontribusi sebesar 60% dari total gempa yang terjadi di Indonesia, ini mengartikan bahwa Maluku dan Kota Ambon merupakan daerah penyumbang gempa terbesar. Atas dasar itulah BNPB menaruh perhatian serius bagi Kota Ambon," tegasnya.

Hal kedua yang menjadi harapan BNPB adalah Pemerintah Dan DPRD Kota Ambon segera membuat regulasi untuk menjadi rekomendasi bagi Pemerintah Daerah dalam upaya penanganan mitigasi.

 Direktur Kesiapsiagaan BNPB, mollucastimes, Direktur Penanganan Pengungsi, Staf
"Regulasi menjadi hal penting, karena ada 10 Sesar baru yang ditemukan. Karena itu, BNPB telah membentuk Tim untuk menyelidiki Sesar dimaksud sehingga bisa menghasilkan rekomendasi bagi Pemerintah Daerah. Diharapkan  BPBD PUPR dan BMKG akan bekerjasama  untuk merevisi Perda IMB berbasis tangguh gempa, terkait bangunan standar yang tahan gempa serta daerah yang dilalui jalur patahan untuk tidak boleh dilakukan pembangunan apapun. Hal-hal ini merupakan bentuk pencegahan dini yang dapat diupayakan bagi masyarakat," papar ayah satu puteri ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon juga menyampaikan terima kasih kepada BNPB atas perhatianya yang begitu besar dalam upaya penanganan kejadian gempa bumi di Kota Ambon.

Rombongan Komisi I DPRD diantaranya Ketua DPRD Kota Ambon, Ely Toisuta, S.Sos; Ketua Komisi  I, Zeth Pormes, S.Sos; dengan Anggota : Morits L. Tamaela, SE; Ir. Jemmy  Richard Maatita; Saidna Bin Thaher, SE; Chrisdianto Laturiuw, SE; Johan Van Capelle, S. Kom; Swenly Hursepuny, A.Md; Hadiyanto Junaidi, S,Ip; Julius Joel Toisuta; Nathan Palonda, SH, MH; Drs. Jacob Usmany dengan pendamping Alvin Pieter Sinanu dan Tamara Petra Maitimu, S.Sos dari mollucastimes.com (MT-01)

Posting KomentarBlogger

 
Top