0
Vlissingen,NL,mollucastimes.com-Guna melanjutkan Bhakti Sosial Pelayanan Kesehatan sejumlah operasi yang dilakukan oleh dokter Vlissingen setiap tahun di Kota Ambon, terutama operasi Urologi telah mendapat ijin dari Kementerian Kesehatan RI.

Demikian Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, drg. Wendy Pelupessy, M.Kes saat diterima Pemerintah Kota Vlissingen dalam rangka pembaharuan MoU antara Ambon-Vlissingen, di ruang rapat Kantor Wali Kota Vlissingen, Rabu 11/12/19.

"Konsul Kedokteran lewat Kemenkes telah memberikan ijin  kepada kita untuk menggelar lagi operasi Urologi di Ambon," akunya.

Dikatakan, dalam proses pemberian ijin tersebut, ada sejumlah hal yang harus dipenuhi.

"Kemenkes menegaskan bahwa seluruh dokter yang akan melakukan operasi di Kota Ambon harus menandatangani persyaratan yang berlaku. Dan untuk para dokter yang akan melayani, kita menyiapkan dari Makassar," akunya.

Sementara itu, terkait obat-obatan menurut wanita pemilik senyum manis ini, harus ada ijin pemkaian.

"Sesuai dengan aturan Kemenkes, obat yang kita akan gunakan nomor bath harus terdaftar di Kemenkes sehingga lebih baik dibeli di Indonesia. Selain itu memudahkan Kemenkes maupun Kemendagri untuk melakukan evaluasi. Bahkan yang utama kita tidak bermasalah dengan bea cukai saat pemeriksaan karena dinilai ilegal. Sedangkan untuk bahan habis pakai seperti hanskun tangan akan disiapkan di Ambon," jelasnya.

Sementara itu Ketua Yayasan SSVA, Bob Latuheru mengatakan pihaknya bersedia menyediakan anggaran untuk membeli obat-obatan di Indonesia.

"Mengingat segala kemungkinan yang akan terjadi, maka kita menyediakan anggaran untuk distribusi obat di Indonesia, dengan harapan memudahkan terselenggaranya operasi dengan baik," jelasnya.

Dikatakan, SSVA sangat senang jika apa yang dilakukan dapat membantu masyarakat Kota Ambon khususnya dari kalangan ekonomi rendah.

Seperti yang telah diketahui tahun 2019, SSVA tidak dapat melaksanakan  operasi baik Mata, Urologi maupun Bedah Plastik karena terjadinya bencana Gempa Bumi yang melanda Kota Ambon bulan September 2019 lalu.

"Oleh karena itu, kita sudah melakukan koordinasi bersama Ketua Yayasan SSVA, Pak Bob Latuheru agar kegiatan operasi  untuk mata dan Urologi tersebut dapat dilakukan pada bulan Februari 2020 mendatang. Sementara untuk operasi Bedah Plastik direncanakan tahun 2021," pungkas Pelupessy.(MT-01)

Posting KomentarBlogger

 
Top