0
Wali Kota Ambon bersama Isteri
Ambon,mollucastimes.com-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat memang tidak salah menominasikan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, SH sebagai salah satu penerima Anugerah Kebudayaan diantara 10 nominator lainnya.

Menurut Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono lewat surat terbuka tertanggal 27 Desember 2019, Wali Kota Ambon pantas menerima Anugerah Kebudayaan karena telah memenuhi kriteria penilaian PWI Pusat yang terdiri dari : aspek bentuk penyajian proposal dari segi visual, bahasa dan teknik serta isi menyangkut pilihan judul program, profil daerah dan profil Wali Kota; aspek pemanfaatan media massa/medsos; aspek landasan peraturan daerah; aspek kebijakan dan strategi serta aspek pendukung.

"Menarik apa yang disajikan dalam proposal Kota Ambon menjelaskan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota, kemudian latar belakang budaya, keragaman budaya hasil akulturasi seperti tarian Katreji, Sawat, Musik Hadrat, Orkes Suling Bambu, Musik Totobuang, Pakaian Hitam, Baju Kurung Putih, Baniang, Kebaya, Nona Rok, Meja Not. Keragaman ini turut didukung oleh berbagai suku di Kepulauan Maluku bahkan suku dari luar Maluku yang terus mempertahankan budaya asli mereka melalui pembentukan paguyuban masing-masing," terangnya.

Dari sisi pemanfaatan media massa dan medsos menurutnya, Kota Ambon telah mendapat pendampingan penandatangangan nota kesepahaman implementasi Gerakan Menuju 100 Smart City bersama 24 kota lainnya.

"Ada juga platform digital Ambon@cces yang membantu masyarakat memperoleh informasi serta memperbaiki layanan publiknya. Kota Ambon telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik. Dalam Ambon@cces memuat Smart Bussiness, Smart Citizen, Smart Government. Sedangkan aspek peraturan daerah, Kota Ambon memiliki 11 peraturan daerah yang berkaitan dengan kebudayaan bahkan 5 peraturan daerah yang berkaitan dengan Kota Musik dan 1 buku profil dan bahasa Kota Ambon," ungkap Hartono.

Menurutnya, berbagai penghargaan yang diterima oleh Wali Kota juga menjadi penilaian mereka.

"Banyak penghargaan maupun anugerah yang diberikan kepada Wali Kota Ambon, itu juga bagian penilaian kita. Jadi, intinya seluruh kinerja yang berhubungan dengan seni budaya jadi penilaian. Apalagi saat ini Ambon didaulat sebagai Ambon Unesco  City Of Music ini merupakan suatu yang luar biasa," tambahnya.

Diceritakan, setelah melalui perdebatan Dewan Juri di Kantor PWI Pusat, akhirnya mereka berhasil memilih 10 Bupati/Wali Kota, calon penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat.

"Penilaian proposal dilakukan dengan tiga kategori yang menjadi acuan Dewan Juri yakni, Daerah/kota yang ada di dalam wilayah/dekat Ibukota Negara RI, Daerah/ kota yang berada/dekat ibukota provinsi, dan Daerah/kota yang jauh dari ibukota provinsi. Acara ini digelar PWI Pusat bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI)," ungkap Direktur Komunikasi PWi ini.

Dewan juri yang menilai yaitu Ninok Leksono (Kompas/Rektor Universitas Multimedia Nusantara), Agus Dermawan T (pengamat/penulis seni, budaya, pariwisata), Atal S.Depari (wartawan/Ketua Umum PWI Pusat), dan Yusuf Susilo Hartono (Pengurus PWI Pusat/Pemred Majalah Galeri). Satu orang berbasis akademisi (penari, bintang film, Dosen Institut Kesenian Jakarta, Direktur IDF), yang disepakati sebagai Ketua Dewan Juri.

Yusuf S. Hartono, Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat
“Kesepuluh nominator nantinya akan diundang ke Jakarta, pada awal Januari 2020, untuk melakukan presentasi di depan Dewan Juri dan tanya jawab pendalaman proposal. Ini merupakan rangkaian akhir, sebelum menerima penghargaan ini pada acara puncak HPN 2020 di Banjarmasin, 9 Februari 2020,” imbuhnya.

Sementara 10 Bupati/Wali Kota calon penerima penghargaan tersebut yaitu Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany; Wali Kota Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Ibnu Sina; Wali Kota  Ambon (Maluku), Richard Louhenapessy; Bupati  Tulang Bawang Barat (Lampung), Umar Ahmad; Bupati Halmahera Barat (Maluku Utara), Danny Missy; Bupati Serdang Bedagai (Sumatera Utara), Soekirman; Bupati Luwu Utara (Sulawesi Selatan), Indah Putri Indriani; Bupati Gunung Kidul (Yogyakarta) Hj Badingah; Bupati Tabalong (Kalimantan Selatan), Anang Syakhfiani; dan Wali Kota Baubau (Sulawesi Tenggara), AS Tamrin. (MT-01)


Posting KomentarBlogger

 
Top