0
Kadis PUPR Kota Ambon, Ir. Enrico Matitaputty, M.Tech
Ambon,mollucastimes.com-Sehubungan dengan masalah gempa bumi yang terjadi di Pulau Ambon dan sekitarnya September 2019 lalu dan masih dirasakan sesekali, Pemerintah Kota Ambon bersama para pakar yang berkompeten akan membahas hasil kajian ilmiahnya.

Dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Ir. Enrico Matitaputty, M.Tech kepada mollucastimes.com, Selasa 14/01/20, gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi.

"Walaupun demikian belakangan ini bermunculan wacana-wacana yang menyatakan ada penyebab lain dari gempa bumi yang terjadi di Pulau Ambon dan sekitarnya yaitu adanya keterkaitan dengan proyek Geothermal di wilayah Maluku Tengah," aku Matitaputty.

Terkait hal tersebut, lanjutnya, Wali Kota Ambon berinisiatif menggelar diskusi lanjutan serta membahas kajian ilmah yang telah dilakukan sehubungan dengan adanya wacana-wacana tersebut.

Menurut ayah empat anak ini, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti ESDM yang menangani masalah Geothermal.

"Hasil koordinasi bersama Vice President Panas Bumi dari PLN, Bapak Aris Eddy, beliau merekomendasikan kita untuk nantinya membahas hasil kajian ilmiah yang sudah dilakukan bersama para pakar Geothermal di Indonesia," terangnya.

Ditambahkan, dalam waktu dekat tim dari Pemkot Ambon yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, SH dan Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta, S.Sos akan bertemu dengan para pakar tersebut untuk membahas hasil kajian terkait Geothermal di Maluku Tengah, tepatnya di Tulehu.

"Dihadapan para pakar, tim Pemkot Ambon akan menjelaskan terkait kondisi aktual Maluku pasca gempa yang terjadi, selanjutnya para pakar akan mempresentasikan secara ilmiah hasil kajian dari tim ahli mereka tentang Geothermal, apakah hal tersebut merupakan salah satu penyebab gempa bumi ataukah tidak," tandas lelaki jebolan India Unuversity ini.

Menurutnya, pembahasan yang akan dilakukan bersama para pakar merupakan lanjutan dari kegiatan tanggal 3 Desember 2019 lalu.

"Jika tanggal 3 Desember kemarin membicarakan tentang kejadian alam, maka pertemuan nanti akan lebih kepada hasil kajian ilmiah terkait kondisi Geothermal serta ada tidaknya dampak terhadap gempa bumi di Maluku," tegasnya.

Untuk diketahui kegiatan ini akan dihadiri Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, SH;  Wakil Wali Kota Ambon, Syarief Hadler; Sekretaris Kota Ambon, A.G Latuheru, SH, M.Si dan Tim; Ketua DPRD Kota Ambon, Ely Toisuta, S.Sos; Ketua-Ketua Fraksi dan Komisi serta Dosen sekaligus Kepala Pusat Gempa Universitas Pattimura, Ferad Pattiruhu.

Sementara para pakar yang dihadirkan diantaranya Guru Besar Universitas Indonesia terkait Geothermal, Yusuf Daud; Ahli Geothermal dari Intitute Teknologi Bandung (ITB), Ahli Geologi dari ITB; Alven Rudiawan serta Konsultan BAPPENAS dari Calvin Institute, Wilhan Louhenapessy. (MT-10)

Posting KomentarBlogger

 
Top