0
Ketua Gustu Kota Ambon, Syarif Hadler (dok.Tabea-Ambon)
Ambon,,mollucastimes.com-Dalam upaya terus melakukan Pencegahan dan Penanganan Virus Corona atau Covid-19 di Kota Ambon, Pemerintah Kota Ambon lewat Gugus Tugas (Gustu) telah menyetujui keputusan Pemerintah Provinsi Maluku untuk memperpanjang masa belajar siswa sekolah di rumah hingga 6 April 2020 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Gustu Kota Ambon, Syarif Hadler, Jumat 27/03/2020.

"Keputusan ini kita sesuaikan sebab apa yang diputuskan juga demi rasa keamanan dan kenyamanan masyarakat khususnya para siswa sekolah dari tingkat TK hingga SMP," akunya.

Belajar di rumah (dok.dunia.tepo.co)
Dikatakan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Ambon memang telah memutuskan bahwa masa belajar siswa di rumah hingga tanggal 31 Maret 2019.

"Awalnya demikian bahwa masa siswa belajar di rumah hanya dua pekan atau empat belas hari dan masuk kembali pada 31 Maret. Namun mengingat situasi dan kondisi yang dirasakan belum kondusif, waktu belajar di rumah diperpanjang hingga 06 April 2020," papar lelaki yang juga adalah Wakil Wali Kota ini.

Diakuinya, kondisi dan situasi saat ini sangat mempengaruhi keputusan selanjutnya.

Social Distancing (dok.www.minews.id)
"Yah, Gustu tidak dapat memprediksi kapan bencana ini berakhir sehingga kita belum bisa memutuskan apa yang akan dilakukan setelah tangggal 6 April. Mungkinkah masa belajar siswa di rumah ini akan diperpanjang lagi ataukah tidak. Semua tergantung dari apa yang akan kita hadapi didepan," jelas ayah empat anak ini.

Yang pasti, lanjutnya, Pemerintah Kota Ambon tetap berikhtiar bahwa para siswa harus kembali ke sekolah.

"Kita semua tidak pernah menginginkan hal ini terjadi, namun jika sudah demikian maka satu-satunya jalan adalah dengan mengikuti instruksi yang diperintahkan. Kita tetap meginginkan agar mereka kembali ke sekolah seperti biasa, tetapi harus memperhatikan  situasi dan kondisi saat ini ya harus patuh dan taat," tegasnya.

Berdoa (dok.pekanbaru.tribunnews.com)
Terkait status tanggap darurat bencana non alam untuk Kota Ambon, lelaki berkacamata ini mengatakan akan tetap mengikuti perkembangan.

"Status kita sekarang ini adalah tanggap darurat bencana non alam, jika kedepan situasi Virus Corona ini dapat diatasi dan semakin membaik maka dipastikan status akan kembali menjadi normal. Tetapi jika kondisi belum juga membaik maka akan menjadi pertimbangan dan perhatian untuk masa tinggal di rumah kembali diperpanjang," demikian Hadler.

(dok.www.hidupkatolik.com)
Oleh sebab itu, pihaknya meminta dukungan dari semua pihak untuk bersama melakukan pencegahan penyebaran Virus Corona atau Covid-19 tersebut.

"Tidak hanya Pemerintah Kota atau Provinsi yang harus melakukan pencegahan secara parsial, tetapi harus melibatkan semua unsur dalam masyarakat serta stakeholder secara komprehensif sehingga dapat memutuskan rantai penyebarannya. Hal utama yang harus dilakukan adalah mengikuti semua protokoler yang diinstruksikan oleh Pemerintah diantaranya menjaga Social Distancing dan yang lebih utama adalah jangan bosan berdoa, berikthiar kepada Tuhan agar kita di Kota Ambon maupun Maluku terhindar dari Covid-19," harap lelaki paru baya pemilik senyum manis ini. (MT-01).

Posting KomentarBlogger

 
Top