0

Ambon,MollucasTimes.com-Stigmatisasi negatif tentang Passo   membuat sekelompok pemuda Negeri Passo pagi tadi sempat menutup jalur jalan di kawasan Passo Soacupa, Senin 18/05/2020.

Namun tidak lama sesudahnya, Bhabhinkamtibmas, Bripka Arthur Serhalawan, SH, MH hadir di TKP dan mengarahkan kelompok pemuda Negeri tersebut ke Kantor Negeri Passo.

Mereka kemudian diterima Penjabat Negeri Passo, Johan Lalo, S.STP. Dalam perbincangan tersebut, ada sejumlah hal yang dikemukakan diantaranya meminta agar Pemerintah Negeri Passo dapat membantu mendapatkan informasi terkait kematian almarhum AH.

Kelompok Pemuda bertemu Penjabat Negeri Passo
"Sebab, dengan kematian AH ini menghadirkan dampak tidak hanya bagi masyarakat terhadap penyebaran Covid-19 di Negeri Passo tetapi juga berdampak pada angkutan kota jurusan Passo. Passo dikatakan gawat karena semua sopir telah terkontaminasi Covid. Karena itu lebih baik ruas jalan masuk dan keluar Passo kita tutup," Koordinator Kelompok Pemuda, Melvin Maspaitella.


Penjabat Negeri Passo meminta agar kelompok Pemuda Negeri Passo tidak melakukan panutupan jalan secara sepihak.

"Jika ada isu miring yang disebarkan, jangan mudah percaya dan jangan bertindak sepihak seperti menutup jalan. Passo tetap aman dan semua angkutan kota jurusan Passo tetap beroperasi seperti biasa. Mari sama-sama kita bantu pemerintah untuk melakukan hal yang positif serta mengikuti anjuran Pemerintah untuk tetap tinggal di rumah, mencuci tangan dengan sabun dibawah air yang mengalir, hindari kerumunan, makan makanan sehat, pakai masker jika akan keluar rumah," pungkasnya.

Jubir Gustu Kota Ambon : Angkot Jurusan Passo Aman Ditumpangi

Jubir Gustu Kota Ambon, Drs.Joy Adriaansz, M.Si  
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ambon, Drs.Joy Adriaansz, M.Si mengatakan masyarakat Kota Ambon tidak harus menstigmatisasi angkutan kota jurusan Passo seluruhnya telah terkontaminasi Covid-19. Justru sebaliknya angkutan kota jurusan Passo aman untuk ditumpangi.

 "Stigmatisasi negatif terhadap angkutan kota jurusan Passo harus dihilangkan. Gugus Tugas Covid-19 Kota Ambon telah melakukan langkah Tracing dan Tracking terhadap rekam jejak pasien 27. Hal ini dilakukan baik kepada keluarga almarhum maupun masyarakat yang melakukan kontak erat dengan almarhum," jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, terhadap wilayah rumah almarhum dan sekitarnya, juga sudah dilakukan penyemprotan sejak almarhum dinyatakan positif.

"Jadi, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk berpikiran negatif," tegasnya.

Dikatakan, almarhum memang adalah seorang sopir angkot jurusan Passo, namun menurut informasi dari salah satu anggota jalur, almarhum tidak lagi melakukan aktivitas mengemudi sejak pertengahan Februari, sejak mengalami gangguan kesehatan bawaan.

dok foto TerasMaluku (ALFAN SANUSI)
"Hal ini mengartikan bahwa almarhum tidak mungkin menyebarkan virus kepada para pengemudi angkot lainnya. Oleh karena itu, angkutan kota jurusan Passo aman untuk ditumpangi tentunya melalui protap kesehatan. Bahkan besok, kita akan melakukan langkah pengamanan dan pencegahan, Tim Gugus dari BPBD serta Dinas Perhubungan akan melakukan penyemprotan disinfektan terhadap seluruh angkot jurusan Passo," pungkasnya.

Untuk diketahui, sesuai dengan informasi yang disampaikan Gustu Provinsi, almarhum AH merupakan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. (Baca : Lagi, Pasien 34 Hembuskan Nafas Terakhir Tadi Sore). Dengan demikian maka AH harus dimakamkan sesuai dengan protap Covid-19. (MT-01) 




Posting KomentarBlogger

 
Top