0
Ambon,MollucasTimes.com-Dalam upaya memberikan dukungan terhadap perekonomian di Maluku, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku menganggarkan Rp 1,38 triliun selama periode Ramadan 1441 Hijriyah hingga Idul Fitri.

Demikian Kepala Kantor Perwakilan BI Maluku, Noviarsano Manullang di Ambon, Senin, 11/05/2020.

"Kebutuhan uang masih akan dipengaruhi oleh Kebijakan Pemerintah pada masa pandemi Covid-19, antara lain: Hari libur Idul Fitri 1441 H diatur ulang menjadi akhir tahun 2020, sehingga jumlah hari libur dari semula 12 hari menjadi 5 hari; Himbauan Pemerintah untuk tidak melakukan mudik pada hari Raya Idul Fitri tahun ini; Percepatan dan penambahan jumlah serta jenis penyaluran Bansos; THR hanya diberikan kepada ASN serta anggota TNI dan Polri golongan 3 ke bawah serta kemungkinan mayoritas pekerja swasta tidak menerima THR. Jika dilihat dari jenisnya maka kebutuhan uang didominasi oleh uang kertas yang mencapai 80 persen sedangkan uang logam hanya 20 persen. Ini sejalan dengan kebutuhan Nasional yang lebih dari 99 persen merupakan uang kertas," jelas Manullang.

Strategi Sikapi Pandemi Covid-19

Menyikapi kondisi Pandemi Covid-19 maka Bank Indonesia melakukan strategi khusus dalam memberikan layanan pemenuhan uang tunai.

"Strategi diantaranya Pertama, kepada Mitra Strategis BI (termasuk rekan-rekan Media), dilakukan secara wholesale dengan pengambilan uang (penukaran) secara langsung di BI oleh perwakilan mitra strategis atau bank yang bekerja sama dengan mitra tersebut. Kedua, kepada masyarakat dilakukan oleh seluruh kantor layanan Bank yang tetap beroperasi sesuai dengan kebijakan masing-masing bank. Karenanya kita meminta perbankan agar menjaga ketersediaan uang layak edar yang higienis baik melalui teller maupun mesin ATM/CDM/CRM, serta senantiasa mengedukasi/menerapkan protokol kesehatan/pencegahan penanganan COVID-19," papar lelaki berkacamata asal tanah Batak ini.

Di sisi lain, BI juga memperkuat layanan/fasilitas pembayaran non tunai terlebih dengan himbauan untuk meminimalkan kontak fisik termasuk dalam kegiatan transaksi. Transaksi Non Tunai memiliki beberapa keuanggulan, antara lain: Cepat-Mudah-Murah-Aman-Handal (CEMUMUAH).

Guna mengurangi beban masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonominya, Bank Indonesia telah menurunkan Fee SKNBI dari capping maksimal Rp 3.500 menjadi maksimal Rp 2.900 di sisi nasabah yang telah berlaku sejak 1 April 2020.

Selain itu untuk meringankan UMKM terutama yang tergolong Usaha Mikro, Bank Indonesia dan industri SP telah menyepakati penurunan MDR QRIS dari 0,7 persen menjadi 0%. Bank Indonesia juga mendorong perluasan akseptasi QRIS dari sisi merchant, termasuk memfasilitasi donasi sosial maupun keagamaan.

Inovasi use – case QRIS juga dikembangkan untuk mitigasi Covid-19 dalam bentuk akuisisi Tanpa Tatap Muka (TTM) dengan mengirimkan foto QRIS melalui messaging apps.

"Pedagang cukup mengirimkan foto QRIS melalui messaging apps (cth : whatsapp) kepada customer. Selanjutnya customer memasukkan gambar tersebut ke aplikasi QRIS untuk melakukan pembayaran," imbuhnya.

Ada enam PJSP yang sudah mengembangkan model QRIS TTM, yaitu: Linkaja, Gopay, Dana, BCA, UOB, BPD NTT. Jumlah merchant QRIS di Provinsi Maluku juga mengalami peningkatan dari 5.200 merchant di Januari 2020 menjadi 7.000 merchant pada awal Mei 2020. (MT-01)


Posting KomentarBlogger

 
Top