0


Ambon,MollucasTimes.com-
Dalam rangka menjadi Embrio Kampung Iklim di Kota Ambon, RT 001/01 Kelurahan Batu Meja menjadi salah satu tujuan.

Demikian Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Ir. Lucia Izaac kepada MollucasTimes.com, Minggu 20/09/2020.

"Mengapa kita memilih RT 001/01 Kelurahan Batu Meja untuk menjadi Embrio Kampung Iklim, karena letak geografis lingkungannya masih asri dan yang terpenting adalah masyarakat dapat diedukasi untuk menjaga lingkungan tetap bersih dengan memilah sampah di rumah masing-masing. Dalam masa pandemi ini, kita mencoba mengedukasi masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan asri dalam perayaan World Clean Up Day tahun ini," aku izaac.

Dikatakan selain mengedukasi warga menjaga kebersihan, sampah juga masih memiliki nilai ekonomis.


"Jika dari masing-masing rumah sudah memilah sampah antara organik dan non organik, maka dapat dilakukan berbagai cara untuk mengolahnya. Misalnya mengolah sampah organik sebagai pupuk, pakan ternak atau biomassa yang dapat menyuburkan lahan tanaman buah-buahan. Sedangkan sampah non organik seperti plastik dapat didaur ulang menjadi  berbagai peralatan rumah tangga. Dengan demikian tidak semua sampah dibawa ke TPS.

Sementara itu Ketua RT 001/01 Kelurahan Batu Meja, Remsy Nuniary mengiyakan hal tersebut. 

"Seperti yang diungkapkan oleh Ibu Kadis, kita siap menjadi Embrio Kampung Iklim. Dan berharap banyak wilayah yang tertular dengan apa yang kita lakukan sekarang ini," paparnya.


Nuniary mengapresiasi kerjasama yang dilakukan oleh pihak terkait di lingkup Pemerintah Kota Ambon. 

"Saya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kerjasama yang dilakukan oleh dinas terkait. Terima kasih kpeada Ketua TP PKK Kota Ambon, Ibu Debbie Louhenapessy; Kepala Dinas Lingkungan Hidup & Persampahan (DHLP) Kota Ambon, Ibu Lucia Izaac; Kepala Dinas PPKB Kota Ambon, Ibu Welly Patty; Camat Sirimau, Ibu Meggy Lekatompessy; Lurah Batu Meja, Ibu Siti Tuanaya; serta dari Green Mollucas yang telah mengedukasi bagaimana memilah jenis sampah, penanaman hingga mengelola sampah menjadi kompos," jelasnya.

Ditambahkan, dirinya akan terus memotivasi komunitas ASTAGA untuk memelihara Embrio Kampung Iklim. 

"Kebetulan kami memiliki komunitas yang diberi nama ASTAGA, maka Embrio ini akan kita jaga dan kembangkan sehingga kemudian dapat menular kepada wilayah lainnya," tutupnya. (MT-01)


Posting KomentarBlogger

 
Top