0

Ambon,MollucasTimes.com-Dalam upaya menjaga ketersediaan pasokan sayuran, maka perlu dilakukan pengembangan di daerah penghasil sayur yang berada di Kota Ambon melalui kerjasama dengan Dinas Pertanian Kota Ambon.

Demikian Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Noviarsano Manullang di sela Peresmian dan Pelatihan di Pusat Pengembangan Pertanian Hidroponik Dusun Taeno, Jumat 20/11/20.

"Dalam rangka itu, maka BI Perwakilan Provinsi Maluku bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kota Ambon untuk mengembangkan pertanian Hidroponik di Dususn Taeno ini. Pengembangan pertanian ini sangat penting untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan makanan khususnya sayuran yang tidak tahan lama," akunya.

Manullang mengatakan instalasi Hidroponik ini merupakan program percontohan di Kota Ambon.

"Kami berharap kelompok tani yang lainnya dapat melihat manfaat dari pengembangan pertanian Hidroponik tersebut. Dengan isntalasi Hidroponik ini petani dapat terus menanam walaupun dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Selain itu, melalui Hidroponik perawatan tanaman dapat dijaga dan lebih terhindar dari virus maupun hama tanaman," papar lelaki berkacamata ini.

Selain itu, kelompok tani juga mendapatkan pelatihan terkait pengelolaan Hidroponik mulai penanaman hingga proses panennya, termasuk juga pemasarannya. 

Untuk mendukung akses pasar, lanjutnya, Bank Indonesia juga mendampingi petani.

"Kita akan memberikan pendampingan juga kepada para petani agar memiliki pemahaman dan akses ke aplikasi pasar online dan toko-toko ritel yang ada di Ambon ini," tambahnya.

Pemberian bantuan kepada kelompok petani di Taeno ini merupakan salah satu bantuan yang diberikan kepada kelompok-kelompok tani di Kota Ambon untuk mendukung peningkatan produktivitas petani sehingga produksinya dapat terjaga untuk memasok wilayah Ambon dan sekitarnya.

Adapun bantuan lain yang diberikan kepada belasan kelompok tani tersebut dalam bentuk plastik screen, pupuk, pestisida hingga kultivator. “Ke depan BI bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan dinas atau lembaga terkait di Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk terus mendorong upaya menjaga suplai kebutuhan bahan makanan di Maluku tetap stabil," pungkasnya. (MT-01)


Posting KomentarBlogger

 
Top