0

Ambon,MollucasTimes.com-Dalam rangka memperkuat ketahanan pasokan bahan pokok dalam Kota Ambon agar dapat mengurangi ketergantungan dari daerah lain, khususnya luar Maluku, Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku yang melakukan pengembangan Pertanian Hidroponik di Kota Ambon.

Hal tersebut dikatakan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, SH dalam sambutan yang dibacakan Sekertaris Kota Ambon, A.G Latuheru, SH, M.Si di sela Peresmian dan  Pusat Pelatihan & Pengembangan Pertanian Hidroponik di Dusun Taeno, Jumat 20/11/20.

"Pemerintah Kota Ambon berterimakasih kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku yang selalu menjadi mitra Pemerintah Kota Ambon dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan memastikan inflasi tetap stabil dan terjaga. Serta segala bentuk dukungan dan upaya pengembangan di sektor riil yang diberikan oleh Bank Indonesia yang sangat bermanfaat dan tepat sasaran terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk pengembangan Pertanian Hidroponik," paparnya.

Diakui Louhenapessy, pandemi Covid-19 menuntut ketahanan pangan yang baik harus dimiliki.

"Keberadaan Pusat Pengembangan Pertanian Hidroponik yang diresmikan ini diharapkan dapat menjadi tempat percontohan, serta sarana pembelajaran bagi praktisi, akademisi, ataupun masyarakat lainnya bahkan dapat menjadi salah satu penyokong kebutuhan pangan Kota Ambon untuk saat ini dan kedepannya. Kami juga berharap akan ada banyak pihak lain yang turut membantu agar lokasi ini menjadi pusat pengembangan sebagaimana tujuan yang diharapkan sebelumnya," tandasnya.

Louhenapessy menjelaskan pada tahun 2020 inflasi Kota Ambon tercatat rendah terkendali bahkan berada dibawah sasasaran 3 ± 1%. 

"Hal ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang turun akibat dampak Covid-19, menyebabkan harga-harga bahan pokok menjadi lebih murah terutama komoditas bumbu-bumbuan dan sayur-sayuran. Namun saat ini merupakan momen yang tepat untuk kita dapat memperkuat ketahanan pasokan bahan pokok dalam Kota Ambon agar dapat mengurangi ketergantungan dari daerah lain, khususnya luar Maluku lewat pengembangan Pertanian Hidroponik di Dusun Taeno ini," tukas ayah lima anak ini.

Menurutnya, pertanian Hidroponik menjadi primadona di tengah masyarakat Kota Ambon. 

"Pemanfaatan lahan yang terbatas namun dapat menghasilkan jumlah yang lebih banyak dibandingkan pertanian konvensional. Petani Gapoktan Bukit Barisan sangat beruntung mendapatkan fasilitas untuk bisa mengembangkan pertanian Hidroponik yang difasilitasi oleh Bank Indonesia sehingga bisa selangkah didepan dibandingkan petani lainnya. Banyak keuntungan diperoleh diantaranya kemampuan petani untuk memanfaatkan lahan dengan pola Hidroponik. Jika cuaca buruk, Hidroponik bisa menjadi buffer untuk menjaga ketersediaan sayuran bagi masyarakat. Ini merupakan peluang bagi para petani untuk bisa mengembangkan lebih besar lagi, agar tidak takut gagal panen disaat cuaca tidak menentu," ungkap Louhenapessy.

Kebutuhan pasar terhadap hasil produksi pertanian Hidroponik, menurutnya, saat ini terus meningkat. "Hal ini disebabkan jenis-jenis tanaman hidroponik memang sulit didapatkan dari pertanian konvensional. Karena itu, para petani harus membuka kerjasama dengan pelaku industri perhotelan maupun rumah makan. Sehingga suatu saat para petani bisa menjadi pebisnis pertanian," tambahnya.

Louhenapessy juga mengingatkan, ada perbankan yang siap membantu para petani.

"Jangan berpikir tidak memiliki modal, sebab ada perbankan yang siap membantu untuk ekspansi usaha. Karena itu, manfaatkanlah fasilitas perbankan untuk hal yang produktif. Selain itu, saya juga berharap peran serta anak muda ditingkatkan agar pertanian Kota Ambon dapat berkembang mengikuti perkembangan jaman. Anak muda jangan malu untuk bertani, karena saat ini pertanian modern memiliki potensi yang baik untuk menjadi sumber penghasilan. Mari kita terus membenahi Ambon melalui sinergitas bersama," pungkas Louhenapessy. (MT-01)




Posting KomentarBlogger

 
Top